Radar Jember – Pemerintah tengah mempersiapkan skema stimulus ekonomi baru. Bantuan ini menyasar kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah.
Sistem penyaluran dipastikan berbentuk non-tunai langsung kepada para penerima manfaat.
Sasaran utama program difokuskan pada masyarakat kategori desil empat ke bawah. Kelompok rentan miskin ini memiliki rentang pengeluaran bulanan sekitar Rp1,8 juta hingga Rp2,5 juta.
"Stimulus yang kita siapkan untuk kelas menengah ke bawah, desil 4 ke bawah. Ini sedang dipersiapkan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Wisma Danantara, Jakarta.
Skema non-tunai sengaja dipilih oleh pemerintah. Kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) hanya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat paling miskin.
Langkah ini diambil demi menjaga ketepatan diferensiasi klaster penerima bantuan sosial.
"Kalau BLT bukan yang di menengah, tetapi yang di bawah," ucap Airlangga Hartarto menjelaskan perbedaan target sasaran tersebut.
Pemerintah juga menyiapkan bantalan lain untuk kelas menengah. Khususnya mereka yang terdampak kenaikan harga BBM jenis Pertamax.
Program peningkatan kapasitas berupa pemagangan kerja kembali didorong mulai bulan Juni ini.
Langkah tersebut menjadi instrumen baru bagi perekonomian rakyat. Program bantuan langsung tunai dari era sebelumnya kini tidak lagi berjalan.
Jaminan kesejahteraan rakyat bentukan Presiden Prabowo Subianto dipastikan resmi berakhir tahun ini.
Pihak kementerian kini sedang mematangkan regulasi teknis pelaksanaan. Hal itu dilakukan agar penyaluran stimulus non-tunai bisa segera terealisasi.
Efektivitas program magang juga terus dipantau demi menjaga daya beli masyarakat produktif.
Editor : Imron Hidayatullahh