Radar Jember – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan motif hitam di balik aliran dana ilegal dalam pusaran kasus korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Lembaga antirasuah tersebut mengungkapkan bahwa pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi (MSA), Cory Erin Hardi, menyetor uang tunai sebesar Rp500 juta kepada Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, Abi Nurwardani, demi mengamankan kemenangan proyek pemerintah di masa mendatang.
"Di balik pemberian tersebut, ada maksud dan tujuan agar pihak swasta dapat menjaga hubungan baik ke depan dengan pemerintah daerah sehingga mereka dapat dimenangkan kembali di proyek-proyek berikutnya," tegas Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, saat menggelar konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Baca Juga: Begini Kata Luhut Soal Skema Bansos Terbaru, Manfaatkan AI?
Lebih lanjut, Taufik menjabarkan bahwa transaksi ratusan juta yang terjadi pada 6 Juni 2026 tersebut diduga kuat bertalian erat dengan pematangan proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim untuk Tahun Anggaran (TA) 2025.
Ditinjau dari peta korporasi, PT Millenium Solusi Abadi bertindak sebagai subkontraktor atau pemasok perangkat papan tulis interaktif bagi PT My Icon Technology (MIT).
Perusahaan terafiliasi tersebut merupakan pihak yang keluar sebagai pemenang tender resmi proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim sepanjang tahun 2025.
"PT MIT mendapatkan proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim tahun anggaran 2025," tambah Taufik mengurai jejaring kemitraan dalam proyek bernilai jumbo tersebut.
Uraian Kronologi OTT Ring Satu dan Penetapan Status Tersangka Korupsi
Langkah hukum ini merupakan buah dari operasi senyap yang dilancarkan Kedeputian Penindakan KPK.
Pada 8 Juni 2026, KPK mengumumkan keberhasilan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjaring sepuluh orang di dua lokasi berbeda secara simultan, yakni lima orang diamankan di wilayah DKI Jakarta dan lima orang lainnya diciduk di Sumatera Selatan.
Dalam operasi senyap yang mencatatkan diri sebagai OTT ke-12 KPK sepanjang tahun kalender 2026 tersebut, penyidik turut menyergap figur nomor satu di daerah tersebut, yakni Bupati Muara Enim, Edison.
Pascakegiatan gelar perkara dan pemeriksaan intensif 1x24 jam, KPK bergerak cepat meningkatkan status penanganan perkara ke tahap penyidikan.
Tepat pada 9 Juni 2026, otoritas hukum menetapkan empat orang sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana suap pengadaan barang dan jasa serta penerimaan gratifikasi lainnya di lingkungan Pemkab Muara Enim kurun waktu TA 2025–2026.
Keempat aktor yang kini resmi mengenakan rompi jingga tahanan KPK tersebut meliputi Bupati Muara Enim Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan Abi Nurwardani, perwakilan swasta Cory Erin Hardi, serta seorang pihak swasta bernama Adi Triyadi yang diidentifikasi sebagai keponakan kandung dari Bupati Edison.
Editor : Imron Hidayatullahh