RADAR JEMBER - Antusiasme masyarakat yang tinggi dalam menyambut seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2026 kini justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Belakangan ini, jagat media sosial dihebohkan dengan maraknya peredaran tautan (link) palsu yang mengklaim sebagai gerbang pendaftaran resmi rekrutmen abdi negara.
Menyikapi fenomena yang meresahkan tersebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) segera mengambil langkah cepat dengan mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat luas agar tidak terjebak dalam perangkap kejahatan siber.
Modus Phishing yang Mengincar Data Sensitif
Pihak otoritas mengungkapkan bahwa tautan-tautan ilegal yang beredar tersebut merupakan modus penipuan digital atau phishing. Melalui situs palsu yang dibuat seolah-olah mirip dengan portal resmi pemerintah, para pelaku berusaha menjebak korban agar menyerahkan data-data pribadi yang bersifat sangat rahasia.
Plt Kepala BKD Lampung Selatan, Mhd Dharma Kurniawan, mengingatkan masyarakat tidak boleh mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi perpesanan jika tidak berasal dari sumber resmi pemerintah.
Baca Juga: Bansos PKH Cair Juni 2026! Cek NIK KTP Anda Sekarang, Jangan Sampai Bantuan Rp750.000 Hangus!
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran informasi palsu (hoaks) terkait rekrutmen CPNS 2026. Jangan mudah percaya pada tautan (link) pendaftaran ilegal yang marak beredar di media sosial karena terindikasi kuat sebagai tindakan penipuan atau phishing,” kata Dharma dikutip Antara, Selasa (9/6/2026).
Menurut Dharma, modus phishing melalui tautan palsu ini sangat berbahaya karena pelaku berupaya mencuri data pribadi korban.
Melalui tautan tersebut, masyarakat biasanya diminta mengisi sejumlah data penting, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Alamat email, Kata sandi atau password Informasi pribadi lainnya.
Data tersebut kemudian berpotensi disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan digital, termasuk pencurian identitas dan penipuan lanjutan.
Editor : M. Ainul Budi