Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sah Jadi Pejabat Setingkat Menteri! Ini Rekam Jejak Said Iqbal yang Resmi Dilantik Jadi Penasihat Khusus Prabowo!

Imron Hidayatullahh • Selasa, 9 Juni 2026 | 13:57 WIB
Presiden Partai Buruh Said Iqbal yang kini menjabat Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
Presiden Partai Buruh Said Iqbal yang kini menjabat Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

Radar Jember – Lini perjuangan kaum buruh kini memiliki representasi kuat di lingkar inti pemerintahan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, resmi mengemban amanah baru setelah dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pada Senin (8/6) sore.

Bukan posisi sembarangan, jabatan strategis yang kini dipangku oleh Said Iqbal tersebut memiliki kedudukan kedinasan serta hak keuangan yang setingkat dengan menteri negara.

Baca Juga: Uang Rp 218 Miliar Lenyap! Investor Dapur Perintis Makan Bergizi Gratis Mengaku Kena Tipu Oknum Berkedok PKS BGN!

Kepastian status protokoler ini mengacu penuh pada regulasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 137 Tahun 2024.

Uraian Latar Belakang Akademis dan Awal Kiprah dari Lantai Pabrik

Menilik profilnya, pria yang lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968 ini memiliki rekam jejak akademis yang solid.

Said Iqbal menyelesaikan masa mudanya di SMA Negeri 51 Jakarta dengan predikat juara umum pada tahun 1987.

Minatnya pada bidang teknis membawanya menyelesaikan pendidikan vokasi D-3 Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia, yang kemudian dilanjutkan hingga meraih gelar Sarjana (S-1) Teknik Mesin dari Universitas Jayabaya.

Baca Juga: Investor MBG Geruduk Kantor BGN, Suasana Memanas Saling Adu Mulut Ternyata Gara-gara Ini

Tak berhenti di situ, ia juga memperdalam cakrawala makronya dengan menyelesaikan studi Magister (S-2) Ekonomi di Universitas Indonesia.

Karier Said Iqbal di dunia perburuhan tidak didapatkan secara instan melalui jalur politik praktis, melainkan merangkak dari bawah.

Ia mengawali kiprahnya sebagai buruh pabrik biasa di salah satu perusahaan manufaktur elektronik yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bekasi.

Di sanalah mental aktivisnya terasah, di mana ia mulai aktif menggerakkan roda serikat pekerja di lingkungan internal perusahaannya sejak tahun 1992.

Dinamika Pendirian FSPMI hingga Pengakuan di Panggung Internasional

Momentum reformasi 1998 yang membuka keran kebebasan berserikat dimanfaatkan betul oleh Said Iqbal.

Bersama dengan gerbong aktivis buruh lainnya, ia membidani lahirnya Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Di organisasi sektor industri metal ini, ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal untuk periode 1999-2006, sebelum akhirnya didapuk naik kelas menjadi Presiden FSPMI.

Baca Juga: Kemampuan Fiskal Minim Jadi Alasan, Sejumlah Pemda Diam-Diam Geser Honorer Database BKN Jadi Tenaga Outsourcing!

Eksistensinya di tingkat nasional kian mengakar saat ia menakhodai KSPI, salah satu induk konfederasi buruh terbesar di Indonesia yang menaungi berbagai federasi lintas sektor industri.

Di bawah kepemimpinannya, Said Iqbal kerap menjadi motor penggerak sekaligus wajah utama dalam berbagai aksi massa nasional yang menuntut perbaikan sistem upah berkala, jaminan sosial, serta perlindungan hukum bagi tenaga kerja lokal.

Selain menjadi episentrum pergerakan dalam negeri, portofolio Said Iqbal juga diakui di level global.

Ia tercatat pernah menduduki posisi sebagai Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC), anggota General Council International Trade Union Confederation (ITUC), anggota Central Committee International Metalworkers' Federation (IMF), hingga menjadi perwakilan delegasi resmi Indonesia dalam Konferensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di bawah PBB.

Berkat konsistensinya, pada tahun 2013 ia dianugerahi penghargaan internasional The Febe Elisabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja Belanda, FNV.

Uraian Gerakan Legendaris HOSTUM dan Transformasi ke Parlemen

Sepanjang kiprahnya, ada beberapa tonggak gerakan Said Iqbal yang dinilai berhasil mengubah lanskap ketenagakerjaan nasional.

Salah satu yang paling fenomenal adalah kampanye Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah (HOSTUM) pada medio 2012-2013, sebuah gerakan masif yang sempat melumpuhkan urat nadi industri di berbagai daerah melalui aksi mogok nasional.

Ia juga menjadi salah satu aktor intelektual di balik Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS).

Baca Juga: Bansos Tiba-tiba Tak Cair? Waspada, Aturan Desil Baru 2026 Ini Diam-Diam Hapus Jutaan Nama Penerima!

Gerakan advokasi ini menjadi salah satu faktor penekan yang mendorong lahirnya sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan, serta program jaminan pensiun bagi pekerja swasta yang dinikmati masyarakat saat ini.

Di panggung politik formal, Said Iqbal melakukan transformasi dengan mengaktifkan kembali Partai Buruh pada 5 Oktober 2021 dan langsung menduduki kursi nomor satu sebagai Presiden Partai.

Kini, dengan posisi barunya sebagai penasihat khusus di samping Presiden, rekam jejak panjang Said Iqbal dari seorang buruh pabrik hingga menjadi pejabat setingkat menteri akan diuji dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan nasional yang berkeadilan.

Editor : Imron Hidayatullahh
#penasihat khusus presiden #said iqbal #partai buruh #Presiden Prabowo Subianto #kspi