Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Benar-Benar Ahli Serangga! Riwayat Akademis Dadan Hindayana Jadi Sorotan Usai Dicopot dari Kepala BGN

Imron Hidayatullahh • Rabu, 3 Juni 2026 | 15:04 WIB
Dadan Hindayana, eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). (ANTARA/Nur Imansyah/am)
Dadan Hindayana, eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). (ANTARA/Nur Imansyah/am)

Radar Jember – Pusaran polemik yang menimpa mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dilaporkan terus memasuki babak baru yang kian krusial.

Pasca-pengumuman resmi mengenai pencopotan dirinya dari kursi pimpinan lembaga, mencuat kabar bahwa Dadan kini tengah dijemput oleh jajaran penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Mantan nakhoda BGN tersebut diinformasikan diamankan oleh tim Korps Adhyaksa pada Rabu pagi (3/6/2026), bersama dua mantan petinggi struktural BGN yang juga disebut-sebut turut terseret dalam rangkaian pemeriksaan intensif tersebut.

Skenario penandatanganan penjemputan hukum ini mencuat ke permukaan bersamaan dengan langkah penggeledahan yang dieksekusi oleh penyidik Kejagung di kantor pusat BGN, yang berlokasi di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Dadan Hindayana Singgung Prabowo Usai Dicopot dari Kepala BGN: Beliau Paham Betul yang Terbaik!

Di sisi lain, di tengah bergulirnya riuh pemberitaan mengenai pemberhentian jabatan dan tindakan hukum tersebut, perhatian publik secara masif justru ikut menyoroti latar belakang bidang keilmuan sang mantan pejabat.

Fenomena tingginya volume pencarian pada mesin pencari Google merepresentasikan besarnya rasa penasaran masyarakat kependudukan untuk mengonfirmasi kebenaran status Dadan Hindayana yang disebut-sebut sebagai seorang pakar atau ahli serangga.

Eksplorasi Rekam Jejak Keilmuan Entomologi dan Portofolio Strategis Antar-Kementerian

Fakta dokumen akademis mengonfirmasi bahwa sebelum mengemban amanah besar di jajaran birokrasi pusat sebagai Kepala BGN, Dadan Hindayana memang memiliki rekam jejak panjang sebagai akademisi tulen dan staf pengajar di Departemen Proteksi Tanaman, IPB University.

Baca Juga: Warisi Puluhan Ribu Kasus Keracunan Siswa, Pengamat Ragu Siasat Ganti Kepala BGN Bisa Sembuhkan Sistem MBG

Koridor keahlian utamanya bersinggungan langsung dengan bidang entomologi, atau cabang ilmu sains yang mendalami seluk-beluk kehidupan serangga.

Merujuk pada basis data portofolio resmi IPB University, Dadan memfokuskan minat riset mendalam pada klaster Ekologi Serangga.

Konsistensi keilmuan tersebut tergambar jelas dari linearitas riwayat pendidikannya. Dadan berhasil merengkuh gelar Sarjana (S-1) pada Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan di Fakultas Pertanian IPB pada tahun 1990 dengan predikat sebagai lulusan terbaik.

Langkah akademisnya kemudian melebar ke ranah internasional saat dirinya menempuh program penyetaraan studi di Universitas Rheinischen Friedrich-Wilhelms Bonn, Jerman, pada medio 1995 hingga 1997.

Puncak capaian akademisnya diraih melalui perolehan gelar Doktor dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover pada tahun 2000, dengan spesialisasi khusus di bidang Entomologi Terapan melalui kajian disertasi yang mengupas dinamika interaksi predator serangga.

Baca Juga: Ini Profil Mentereng Nanik S. Deyang yang Ditunjuk Prabowo Jadi Kepala Baru BGN, Eks Wartawan hingga Bos Media

Karier keprofesiannya sebagai pendidik di almamaternya sendiri telah dirintis sejak tahun 1992, di mana ia mengampu mata kuliah strategis seperti ekologi serangga serta sistem pengendalian hama terpadu. Selain aktif di ruang kuliah, Dadan tercatat memiliki kontribusi manajerial dengan menjabat sebagai Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB periode 2003–2008, serta dipercaya menakhodai Sekolah Tinggi Pertanian Kelautan (STPK) Banau Halmahera Barat sepanjang tahun 2014 hingga 2022.

Pengalaman profesionalnya kian meluas ke sektor pemerintahan dengan bertindak sebagai konsultan ahli di Kementerian Pertanian dan Kementerian Pertahanan, termasuk terlibat dalam proyek teknis pengelolaan rumput lapangan Gelora Bung Karno hingga penanganan mediasi sengketa agraria di Pulau Taliabu.

Rapor Evaluasi 1,5 Tahun dan Penggantian Komparatif Nakhoda Baru BGN

Latar belakang mutasi kepemimpinan ini berakar dari keputusan politik Presiden RI Prabowo Subianto yang secara resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari posisinya sebagai Kepala BGN.

Langkah hukum ketatanegaraan ini diumumkan secara terbuka oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: Siang Masih Temani Prabowo, Malamnya Dadan Hindayana Resmi Dicopot dari Jabatan Kepala BGN Akibat Sederet Kasus Ini!

"Berkenaan dengan hal tersebut, selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," urai Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Kebijakan pembersihan struktural oleh Presiden tidak hanya menyasar posisi Dadan, melainkan juga merombak posisi dua Wakil Kepala BGN yang selama ini dijabat oleh Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

Guna menjaga keberlangsungan stabilitas organisasi di tubuh lembaga pangan tersebut, pemerintah bergerak cepat dengan menunjuk Nanik S. Deyang untuk mengisi kekosongan posisi sebagai Kepala BGN yang baru.

"Untuk selanjutnya, Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat Saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," pungkas Prasetyo Hadi melengkapi pernyataan resminya.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#kepala bgn dicopot #Dadan Hindayana dicopot #Dadan Hindayana ahli serangga #Dadan Hindayana