RADAR JEMBER - Mobilitas masyarakat menggunakan transportasi kereta api di wilayah Daop 9 Jember relatif cukup tinggi pada Hari Raya Idul Adha 1447 H. Pada Rabu (27/5) data pukul 10.00, tercatat sebanyak 17.454 penumpang memadati stasiun di wilayah Daop 9 Jember, terdiri dari 8.503 keberangkatan penumpang dan 8.951 kedatangan penumpang.
Tingginya mobilitas tersebut tak lepas dari tren sehari sebelumnya. Pada Selasa (26/5), Daop 9 Jember mencatat 11.924 keberangkatan penumpang dan 12.869 kedatangan penumpang, menunjukkan antusiasme masyarakat menggunakan kereta api selama periode libur Idul Adha.
Baca Juga: Libur Idul Adha Tiba, 27 Ribu Tiket Kereta Api Daop 9 Jember Ludes Terjual Hanya dalam Tiga Hari!
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan kereta api tetap menjadi pilihan masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
“Mobilitas penumpang pada hari H Idul Adha relatif cukup ramai, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. Hal ini menunjukkan kereta api tetap menjadi moda transportasi andalan masyarakat untuk bersilaturahmi maupun berlibur,” ujar Cahyo.
Untuk keberangkatan hari ini, KA Sangkuriang relasi Ketapang – Bandung menjadi kereta api jarak jauh komersial dengan okupansi tinggi.
Sementara pada layanan PSO jarak jauh, KA Sri Tanjung relasi Ketapang – Lempuyangan menjadi salah satu favorit masyarakat dengan tingkat okupansi yang juga tinggi. Tren mobilitas penumpang didominasi penumpang dinamis yang melakukan perjalanan secara parsial, naik maupun turun di stasiun antara.
Meski demikian, masyarakat masih berkesempatan melakukan perjalanan karena hingga saat ini masih tersedia 1.033 tempat duduk yang dapat dipesan.
"Daop 9 Jember mengimbau pelanggan melakukan pemesanan tiket lebih awal melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya guna menghindari kehabisan tiket. Selain itu, pelanggan juga diingatkan untuk datang lebih awal ke stasiun, menjaga barang bawaan, serta mematuhi aturan keselamatan dan arahan petugas demi perjalanan yang aman dan nyaman", tutup Cahyo.
Editor : M. Ainul Budi