Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Siap-siap Dapat 4 Liter Gratis! Bapanas dan Bulog Resmi Perpanjang Bansos Pangan Minyakita hingga Juni 2026

Imron Hidayatullahh • Senin, 25 Mei 2026 | 18:08 WIB
Minyakita
Minyakita

Radar Jember – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog resmi memperpanjang masa penyelenggaraan distribusi bantuan sosial (bansos) pangan hingga bulan Juni mendatang.

Langkah strategis ini diambil sebagai instrumen intervensi untuk menjaga stabilitas harga pangan pokok sekaligus memperluas akses pasar bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam skema bantuan pangan ini, komoditas utama yang disalurkan adalah minyak goreng kemasan rakyat, Minyakita.

Perlu digarisbawahi bahwa Minyakita bukanlah program subsidi berbasis APBN, melainkan wujud kontribusi wajib pemenuhan pasar domestik (Domestic Market Obligation/DMO) dari para produsen minyak sawit dalam negeri agar bisa mendapatkan izin ekspor.

Baca Juga: Imbas Gejolak Ekonomi Global, Pemerintah Perpanjang Sistem WFH Hari Jumat bagi ASN Selama Dua Bulan

"Dalam rangka mengantisipasi kenaikan minyak goreng, kami sudah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan bantuan pangan karena sampai saat ini realisasinya kurang lebih 34 persen," ungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, dalam keterangan resminya, Kamis (21/5/2026).

“Akhirnya dalam Rakornis di Kemenko Perekonomian diputuskan banpang diperpanjang sampai Juni,” tambahnya.

Akselerasi Distribusi untuk Meredam Gejolak Pasar

Bapanas meyakini bahwa penggencaran logistik bantuan pangan ini akan menjadi bantalan efektif dalam mengendalikan harga pangan pokok strategis di tingkat konsumen, termasuk mendongkrak pasokan Minyakita di pasar-pasar tradisional.

Baca Juga: Gak Bisa Main-Main Lagi! Aplikasi 'Reviu Menu MBG' Diluncurkan untuk Pantau Kelayakan Makanan Gratis Lewat HP!

"Kami minta Bulog untuk segera mengeksekusi bantuan pangan di posisi Mei sampai Juni. Nah kalau bisa dikeluarkan, tentu bisa akan mengendalikan posisi harga, menstabilkan harga beras sekaligus menstabilkan harga minyak goreng tentunya," jelas Ketut.

"Karena apa? Minyak goreng yang harus didistribusikan pada bantuan pangan tersebut kurang lebih 132,9 ribu kiloliter. Itu banyak. Jadi kalau bisa serentak dikeluarkan Mei sampai Juni, itu artinya akan bisa secara langsung dan tidak langsung mengendalikan harga Minyakita," tambah dia merinci volume logistik yang disiapkan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga pekan kedua Mei, rata-rata harga Minyakita secara nasional sebenarnya menunjukkan tren penurunan mingguan. Kendati demikian, harganya di lapangan terpantau masih sedikit bertengger di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok sebesar Rp 15.700 per liter.

Kejar Target Kuota Salur dan Penguatan Stok CPP

Mengacu pada rapor realisasi per 20 Mei, Bapanas mencatat sebanyak 46,2 ribu kiloliter Minyakita telah sukses didistribusikan kepada 11,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Otoritas kini tengah mengejar sisa pagu salur sebanyak 86,8 ribu kiloliter untuk diselesaikan menjelang pertengahan tahun 2026.

Merujuk pada laporan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), ketahanan stok minyak goreng nasional berada pada posisi aman. Bulog tercatat menguasai stok sebanyak 89 ribu kiloliter, sedangkan ID FOOD mengelola 700 kiloliter.

"Dengan adanya bantuan pangan, sebagian besar masyarakat kita sudah tidak akan membeli minyak goreng, karena bantuannya 4 liter untuk setiap KPM. Jadi ini benar-benar sangat penting sekali," tutur Ketut.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pangkas Anggaran MBG Rp 67 Triliun, BGN Bocorkan Dampaknya Apa Saja!

Sebagai langkah awal penderasan stok ke pasar ritel rakyat, Bapanas memprioritaskan wilayah DKI Jakarta dan Banten. Komitmen DMO dari 10 produsen besar kini telah dikunci untuk dialihkan sepenuhnya ke gudang Bulog.

"Kami selesaikan dulu yang wilayah Jakarta dan Banten. Kami sudah pastikan 10 pelaku usaha yang akan mendistribusikan DMO-nya di DKI sampai Banten akan BRD didorong ke Bulog. Jadi tidak lagi ke D1 lainnya. Kami berkolaborasi dengan Kemendag, sehingga akan dipantau terus," tegas Ketut.

Kemendag Tekankan Proporsionalitas Program Strategis

Setali tiga uang, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Nawandaru Dwi Putra, mendukung penuh dua jalur penetrasi Minyakita ini, yaitu melalui eksekusi bansos pangan dan pemenuhan pasokan langsung ke pasar rakyat lewat BUMN pangan.

"Kami diinformasikan pada bulan April dan bulan Mei ini juga pemerintah juga sedang melaksanakan program yang sangat baik sekali, yaitu adalah bantuan pangan. Jadi ada 2 program. Satu adalah bantuan pangan menggunakan Minyakita dan juga pengisian pasar," tutur Nawandaru dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi secara daring, Senin (18/5/2026).

Nawandaru mengingatkan agar pemanfaatan pasokan dari kedua program ini berjalan seimbang dan konsisten guna menghindari fluktuasi harga yang berlebihan di pasar domestik.

"Pasokannya ke pasar-pasar ini juga sangat penting. Jadi dua program ini harus bisa termanfaatkan pasokannya secara proporsional. Jangan hanya mengedepankan satu program. Dua-duanya harus berjalan, karena ini adalah program strategis pemerintah juga untuk membantu masyarakat," pungkasnya.

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#bansos pangan #MinyaKita #Bansos #Bapanas #bulog