RADAR JEMBER - Wajah kawasan Manggarai di Jakarta Selatan diproyeksikan bakal berubah total dalam beberapa tahun ke depan. Tidak lagi sekadar menjadi stasiun transit yang padat dan riuh, wilayah ini tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi pusat bisnis baru yang modern, megah, dan berkelas internasional.
Ambisi besar ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
Ia menegaskan bahwa pengembangan Stasiun Sentral Manggarai tidak hanya fokus pada infrastruktur perkeretaapian semata, melainkan juga menyasar pada pembangunan kawasan di sekitarnya dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, kawasan Manggarai memiliki luas sekitar 62 hektare (ha) dan akan dibangun apartemen dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan transportasi publik dan kawasan komersial, pusat bisnis, fasilitas olahraga, hingga area hiburan.
"Kawasan Manggarai ini kita mempunyai 62 hektare yang akan kita desain itu akan menjadi CBD keduanya Jakarta, setara SCBD. Jadi, nanti ke depannya itu tidak hanya seperti Kalibata yang hanya ada vertikal building-nya saja, tapi ini nanti juga ada kawasan komersialnya, kemudian ada kawasan bisnisnya, ada tempat olahraga dan leisure juga," ujarnya di Menara BTN, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).
Boby mengatakan bahwa konsep pembangunan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan dalam arahannya, Prabowo minta untuk dibangun convention hall hingga hotel bintang lima.
"Jadi, bapak presiden itu berpesan kepada saya, tolong itu didesain menjadi CBD Jakarta yang kedua, yang di situ kalau perlu itu ada convention hall bintang lima, ya, hotel bintang lima, dan kawasan leisure yang bintang lima juga," ujarnya.
Editor : M. Ainul Budi