Radar Jember – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih diwarnai berbagai kendala teknis dan operasional di lapangan.
Sebagai bentuk ketegasan dalam menjaga mutu program nasional tersebut, pemerintah dilaporkan telah mengambil tindakan ekstrem dengan menghentikan operasional lebih dari 3.000 dapur penyedia makanan yang dinilai tidak memenuhi standar.
Pengumuman berskala nasional ini disampaikan langsung oleh Prabowo saat berpidato dalam agenda rapat paripurna DPR RI ke-19 yang berlangsung pada pertengahan pekan ini.
"Kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3 ribu dapur," tegas Presiden Prabowo di hadapan para anggota legislatif.
Instruksi Pengawasan Ketat Lintasan Sektoral
Guna memitigasi penyimpangan yang lebih luas, mantan Menteri Pertahanan tersebut menginstruksikan jajaran pejabat publik serta kepala daerah untuk aktif melakukan inspeksi mendadak ke unit-unit produksi makanan di wilayah masing-masing.
Langkah penindakan hukum dan administratif dipastikan akan langsung diambil begitu ada laporan pelanggaran prosedur baku.
"Saya sudah minta para pejabat, dan saya persilakan anggota DPR, bupati, di mana-mana silakan periksa semua dapur, kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera akan segera kita tindak," lanjutnya mengimbau komitmen pengawasan bersama.
Cakupan Penerima Manfaat dan Target Perluasan Baru
Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo turut memaparkan data capaian positif mengenai distribusi program MBG yang kini diklaim telah menyentuh angka 62,4 juta penerima manfaat setiap harinya di seluruh penjuru tanah air.
Akumulasi data penerima harian tersebut mencakup kelompok masyarakat rentan, dengan rincian jangkauan yang terdiri dari 6,3 juta anak usia bawah lima tahun (balita), 2 juta ibu yang sedang dalam masa menyusui, serta 868 ribu ibu hamil yang membutuhkan asupan nutrisi tambahan.
Tak berhenti di situ, pemerintah juga tengah bersiap memperluas klaster penerima jaminan pangan ini ke sektor masyarakat lanjut usia (lansia) yang berada dalam kondisi ekonomi memprihatinkan.
"Kita juga akan memberi MBG ke 500 ribu lansia yang tinggal sendiri, hidup sebatang kara dan yang membutuhkan makan bergizi," pungkas Presiden Prabowo terkait proyeksi kemanusiaan program tersebut ke depan.
Editor : Imron Hidayatullahh