RADAR JEMBER - Ajang Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia melalui program Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tengah menjadi sorotan publik usai besarnya anggaran kegiatan dibandingkan dengan nilai hadiah para pemenang ramai diperbincangkan di media sosial.
Berdasarkan sorotan yang beredar, total anggaran pelaksanaan LCC 4 Pilar tahun 2026 disebut mencapai sekitar Rp30,7 miliar.
Sementara itu, uang pembinaan untuk juara 1 tingkat provinsi diketahui berada di kisaran Rp10 juta, juara 2 Rp7,5 juta, dan juara 3 Rp5 juta.
Perbandingan tersebut memunculkan beragam reaksi dari masyarakat.
Banyak warganet mempertanyakan besarnya biaya penyelenggaraan lomba yang dinilai tidak sebanding dengan hadiah yang diterima peserta. Bahkan muncul komentar bernada satire seperti, “Ini lomba atau proyek?”
Sorotan publik juga mengarah pada sejumlah pos anggaran yang disebut bernilai besar, mulai dari produksi acara, grand final, hingga penyusunan metode dan soal.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada temuan hukum yang menyatakan adanya pelanggaran atau penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Di sisi lain, sebagian pihak menilai total anggaran kemungkinan tidak hanya digunakan untuk hadiah lomba, tetapi juga mencakup kebutuhan teknis berskala nasional seperti seleksi daerah, transportasi peserta, akomodasi, sewa venue, dokumentasi, produksi acara, hingga operasional panitia.
Meski begitu, polemik ini memunculkan tuntutan agar penggunaan anggaran kegiatan yang berasal dari uang negara dapat dijelaskan secara lebih rinci dan transparan kepada publik.