Radar Jember – Sebaran informasi mengenai dibukanya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) periode 2026 marak di media sosial.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara resmi mengonfirmasi bahwa informasi yang marak beredar di platform media sosial seperti Facebook dan itu adalah berita bohong atau hoaks.
Masyarakat diimbau keras untuk mengabaikan pengumuman rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) yang beredar di luar kanal resmi pemerintah.
Pasalnya, sebaran infografis palsu tersebut terindikasi kuat sebagai modus penipuan siber untuk pencurian data pribadi (phishing).
Baca Juga: Menunggu Ketuk Palu Kepala Daerah, Sektor Ini yang Bakal Jadi Prioritas Utama Lowongan CPNS!
Dalam melancarkan aksinya, oknum tidak bertanggung jawab sengaja mencatut nama lembaga besar seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Agama (Kemenag), hingga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), lengkap dengan lampiran tautan formulir digital ilegal.
Bantahan Tegas Lintas Kementerian
Kementerian Keuangan melalui pernyataan tertulis Biro Komunikasi dan Layanan Informasi di akun Instagram resminya, membantah keras narasi yang menyebut pendaftaran CPNS Bea Cukai dibuka per 27 April hingga 29 Mei 2026 untuk lulusan SLTA hingga S1.
"Berita yang beredar mengenai pembukaan pendaftaran CPNS Bea Cukai pada tanggal tersebut merupakan berita hoaks," tulis penjelasan resmi pihak Kemenkeu.
Baca Juga: Prabowo Salah Sebut Gaji Guru Naik 300 Persen dalam Rapat Paripurna, Netizen: Andai Benaran!
Otoritas keuangan negara ini meminta warga tetap selektif terhadap modus rekrutmen yang mengatasnamakan lingkungan Kemenkeu.
Penegasan serupa disampaikan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara Zudan Arif Fakrulloh, yang memastikan bahwa agenda seleksi nasional bentukan pemerintah memang belum digulirkan.
"Belum ada pembukaan tes CPNS. Itu hoaks ya," tegas Zudan saat dikonfirmasi.
BKN meminta publik selalu melakukan validasi mandiri dengan merujuk pada portal tunggal sscasn.bkn.go.id atau situs resmi instansi tujuan.
Kementerian Agama turut mengeluarkan alarm peringatan menyusul temuan tautan pendaftaran palsu yang mewajibkan korbannya mengunggah identitas KTP serta nomor Telegram aktif.
"Jangan sampai tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan nama Kemenag untuk kepentingan pribadi," imbau Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemenag, Wawan Djunaedi.
Rencana Kuota Resmi Bea Cukai Mendatang
Kendati gelombang sirkulasi pendaftaran yang beredar saat ini dipastikan palsu, agenda perekrutan resmi untuk formasi spesifik di masa depan memang tengah dimatangkan oleh pemerintah.
Menteri Keuangan Purbaya menjelaskan, terdapat proyeksi pembukaan seleksi untuk Ditjen Bea dan Cukai dengan alokasi sekitar 380 formasi yang dikhususkan bagi lulusan SMA atau sederajat pada Selasa (7/4).
"Di Kementerian Keuangan, dalam waktu dekat kita akan membuka rekrutmen di Bea Cukai untuk 380 lulusan SMA. Sudah tertunda beberapa bulan, jadi saya minta segera dieksekusi," papar Menkeu.
Berdasarkan laporan teknis dari Kementerian Komunikasi dan Digital, taktik penipuan ini dikategorikan sebagai konten tiruan (impostor content) yang dirancang menyerupai produk informasi resmi institusi negara.
Baca Juga: ADAPI Terus Kawal Persetujuan DPR RI Soal Alih Status Dosen PPPK ke PNS
Target pelamar sengaja digiring menuju situs gratisan di luar domain .go.id untuk dieksploitasi data sensitifnya, mulai dari nama lengkap legal hingga kontak komunikasi privat.
Editor : Imron Hidayatullahh