Radar Jember— Sebuah video pendek ramai diperbincangkan di jagat maya.
Bukan tanpa alasan, rekaman singkat itu memperlihatkan truk berlogo Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tampak keluar dari pusat distribusi PT Indomarco Prismatama.
Diduga kuat truk tersebut sedang memuat berbagai stok sembako.
Fasilitas pergudangan logistik tersebut diketahui berada di area batas wilayah administrasi antara Kota Pahlawan dan daerah penyangga.
Baca Juga: Pembangunan Gedung Jadi Tahap Paling Penting, Update Kelanjutan KDMP di Lumajang
Tepatnya pada kawasan logistik pinggiran yang merupakan pusat distribusi pasokan barang belanjaan bagi masyarakat perkotaan sekitar.
Video pendek ini dibanjiri berbagai komentar dari netizen, yang mempertanyakan soal tujuan awal KDMP, yaitu sebagai solusi penguatan UMKM dan kemandirian ekonomi desa.
“Katanya mau memperdayakan UMKM dan kemandirian ekonomi desa, kok stoknya dari Indomaret, sih,” tulis salah satu netizen.
Sebagian publik mempertanyakan kemandirian Kopdes Merah Putih setelah video viral itu, terutama terkait komitmennya untuk memperdayakan UMKM dan kemandirian ekonomi desa.
Terlebih jika pasokan barang pokok masih sepenuhnya bergantung pada distributor ritel besar.
Lantas di mana letak perbedaannya dengan toko kelontong biasa?
Namun, tidak semua orang sependapat, sebagian menilai kerja sama dengan distributor besar justru diperlukan agar stok barang tersedia dan harga tetap stabil di tingkat desa.
Menariknya, pemerintah sejak jauh-jauh hari sudah menyinggung hal ini.
"Ingin lebih dekat distribusinya kepada konsumen yang ada di desa. Ini kesempatan bagus untuk berkolaborasi dengan minimarket, distributor untuk menyalurkan produknya melalui KDMP," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam press release-nya (26/2/2026).
“KDMP sangat bagus, bisa berfungsi sebagai minimarket dengan variasi produk lebih banyak. Menyediakan produk alat pertanian, pupuk, obat-obatan,” tambah Budi.
Baca Juga: Dobrak Ekonomi Desa! Pemkab Pidie Desak BUMG dan KDMP Bersatu: Dana Desa Jangan Sampai Sia-sia
Program KDMP di atas kertas memang mencakup akses permodalan, distribusi produk, hingga penguatan pemasaran bagi pelaku usaha kecil desa.
Namun, sebagian pihak mempertanyakan, ketika stok dari distributor besar jauh lebih mudah didapat dibanding menunggu pasokan dari produsen lokal, apakah semangat pemberdayaan itu akan benar-benar berjalan di lapangan.
Perdebatan ini masih bergulir, banyak yang berharap KDMP ke depan tidak hanya menjadi jalur distribusi tambahan.
Namun, juga mampu membuka ruang yang lebih nyata bagi UMKM dan upaya peningkatan ekonomi desa agar ikut tumbuh di dalamnya.
Penulis: Bakhtiyar Subandi
Editor : Imron Hidayatullahh