RADAR JEMBER - Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengungkapkan bahwa truk dan pikap yang telah telanjur diimpor dari India, tetap akan disalurkan untuk operasional Koperasi Merah Putih atau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi.
"Kemarin karena telanjur (impor), jumlahnya masih ribuan, kita akan penuhi untuk operasional di koperasi desa yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai dan alat kelengkapannya," kata Ferry selepas halal bihalal DPW Syarikat Islam Jabar.
Politikus Partai Gerindra ini menjelaskan, per koperasi nantinya akan mendapatkan satu unit truk, satu pikap, serta sepeda motor guna memudahkan dan memperlancar arus mobilitas barang dari desa ke luar maupun dari luar ke desa.
"Sekarang ribuan truk dan pick-up sudah didistribusikan di koperasi-koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (sekitar 2.400 koperasi)," ucapnya.
Pemerintah menargetkan lebih dari 80 ribu unit Koperasi Merah Putih berdiri di desa dan kelurahan se-Indonesia.
Baca Juga: Dobrak Ekonomi Desa! Pemkab Pidie Desak BUMG dan KDMP Bersatu: Dana Desa Jangan Sampai Sia-sia
Pemerintah memberikan akses permodalan awal bagi Koperasi Merah Putih dengan plafon hingga Rp3 miliar per unit dari bank Himbara, dengan bunga sekitar 6 persen per tahun, tenor 6-10 tahun, dan masa tenggang (grace period) 6-8 bulan.
Sebelumnya, Agrinas Pangan mengimpor mobil truk dan pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih.
Impor ini terdiri atas 35.000 unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra Ltd, serta 70.000 unit dari Tata Motors yang mencakup 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam. Total nilai impornya mencapai Rp24,66 triliun.
Editor : M. Ainul Budi