Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bila Tak Ada Aksi Kongkrit dan Tegas Kepada Achmad Syahri Assidiqi, Main Game Saat Rapat Berpotensi Bisa Terjadi Lagi?

M. Ainul Budi • Rabu, 13 Mei 2026 | 21:51 WIB
Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi yang viral main game saat rapat.
Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi yang viral main game saat rapat.

RADAR JEMBER - Achmad Syahri Assidiqi, yang akrab disapa Ra Syahri, anggota DPRD Jember periode 2024-2029, tengah menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang menampilkan dirinya diduga bermain gim dan merokok saat agenda resmi beredar luas di media sosial.

Momen tersebut terekam ketika berlangsung Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Jember pada 12 Mei 2026.
 
Video yang viral itu memicu beragam respons masyarakat, sekaligus menyoroti pentingnya etika, profesionalisme, dan sikap representatif dalam forum pemerintahan.
 
Baca Juga: Achmad Syahri Assidiqi Siap-siap Duduk di Kursi Panas di Kantor DPP Gerindra Jakarta
 
Akademisi Fakultas Hukum Universitas Jember, Aries Harianto, menanggapi terkait video viral anggota DPRD Jember yang diduga bermain gim sambil merokok saat rapat dengar pendapat (RDP).
 
Ia menilai, tindakan tersebut bukan sekadar persoalan etika personal, tetapi menyangkut tanggung jawab kelembagaan sebagai wakil rakyat.
 
Menurutnya, perilaku semacam itu dapat mencederai marwah lembaga legislatif di mata publik.

Ia mengingatkan bahwa dampak paling nyata dari insiden ini adalah potensi menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif. 

Baca Juga: Sesama Anggota Dewan Sebut Achmad Syahri Wajib Bermuhasabah! Masalah Stunting di Jember Belum Beres, Malah Asik Main Game

Menurutnya, ketika DPRD menjalankan fungsi pengawasan terhadap regulasi, tetapi di internalnya muncul perilaku kontradiktif, publik akan menilai kredibilitas lembaga tersebut.

Untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, Aries meminta DPRD menempuh langkah tegas melalui proses yang transparan dan memberikan kepastian.

Jika tidak, ia khawatir kejadian serupa justru dianggap lumrah dan menjadi preseden buruk bagi budaya politik di daerah. 

“Jalankan aturan melalui proses yang transparan dan berkepastian. Jika DPRD tidak melakukan aksi konkrit, maka peristiwa serupa akan berulang,” tandasnya.

Editor : M. Ainul Budi
#achmad syahri assidiqi #Jember #Berita Jember #UNEJ #DPRD jember