RADAR JEMBER - Politikus Gerindra DPRD Jember Achmad Syahri bisa saja dipecat.
Legislator muda lulusan pondok pesantren ini bisa saja tak lagi berkantor di gedung dewan.
Usai viralnya video dirinya saat enak dan asik bermain game ketika mengikuti RDP bersama BPJS Kesehatan dan para kepala Puskesmas saat membahas masalah stunting yang ada di Jember.
Bukannya malah memberikan usul, saran dan menyampaikan aspirasi masyarakat.
Syahri malah enak dan sibuk sendiri bermain game.
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menegaskan, lembaganya tidak akan menoleransi tindakan yang dinilai melanggar disiplin tersebut.
Menurutnya, pimpinan dewan telah mengambil langkah awal dengan memberikan teguran dan menyerahkan proses selanjutnya kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD.
“Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf. Ini akan kami proses karena menyangkut etika lembaga DPRD. Yang bersangkutan akan kami tegur karena tidak menerapkan kedisiplinan dan etika saat berada di ruang rapat,” katanya.
Tak hanya di internal DPRD, Fraksi Gerindra juga akan memproses Syahri melalui mekanisme partai.
Halim yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Jember menegaskan pihaknya akan memanggil Syahri untuk klarifikasi dan evaluasi internal.
“Beliau anggota baru di fraksi kami dan belum pernah mengikuti pendidikan kaderisasi di Hambalang. Karena itu akan kami panggil untuk klarifikasi. Minimal harus ada permintaan maaf, dan ini menjadi catatan bagi partai,” tegasnya.
Editor : M. Ainul Budi