RADAR JEMBER - Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI menjadi perbincangan panas di sosial media.
Polemik penilaian LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat terus bergulir.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, telah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak beserta tim pendamping untuk mengklarifikasi kejadian yang memicu protes luas tersebut.
Baca Juga: TOK! Jabatan Indri Wahyuni Dicopot, Bikin Gaduh Soal Artikulasi di Lomba Cerdas Cermat
Berdasarkan hasil pertemuan, muncul dugaan adanya gangguan teknis pada speaker yang mengarah ke meja juri, sehingga jawaban peserta yang terdengar jelas di YouTube diduga tidak terdengar oleh juri di lokasi.
Kritik tajam pun datang dari Sekda Kalbar, Harisson.
Ia menilai para juri terkesan tidak terlalu menguasai materi karena terlalu terpaku pada teks di tablet, sehingga gagal menangkap substansi jawaban peserta.
Sementara itu, Ketua IKA SMAN 1 Pontianak, Windy Prihastari, mengapresiasi keberanian para siswa dalam mempertahankan kebenaran dan mendesak panitia menggunakan sistem pemutaran ulang digital untuk mencegah sengketa serupa di masa depan.
Disdikbud Kalbar kini mendorong pihak sekolah untuk mengajukan permohonan peninjauan ulang secara resmi kepada pihak MPR RI.
Editor : M. Ainul Budi