radar jember - Kontroversi LCC 4 Pilar 2026 kini berlanjut ke surat terbuka.
Himpunan Peserta LCC 4 Pilar 2025 menyampaikan tuntutan evaluasi terhadap sistem penilaian usai muncul dugaan ketidakkonsistenan keputusan juri dalam perlombaan tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam surat tersebut, peserta menilai ruang klarifikasi tidak berjalan objektif dan transparan.
Mereka juga menyoroti penggunaan dalih “keputusan juri mutlak” tanpa adanya penjelasan akademis maupun evaluasi ulang terhadap substansi jawaban yang dipermasalahkan.
Tak hanya meminta mekanisme banding yang lebih jelas, peserta juga mendesak reformasi sistem penjurian agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kompetisi berikutnya.
Nama Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang sempat menyebut peserta kurang artikulasi dalam memberikan jawaban dan Dyastasita Widya Budi yang memberikan nilai minus 5 karena jawaban peserta.
Akhirnya diberikan keputusan langsung oleh MPR RI.
“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” tulis pernyataan resmi MPR, dikutip dari akun Instagram @mprgoid, Selasa (12/5/2026).
Editor : M. Ainul Budi