RADAR JEMBER - Dunia pendidikan kembali dihebohkan dengan sebuah insiden yang bikin netizen geleng kepala sekaligus emosi! Beredar luas cuplikan video Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 di mana keputusan dewan juri dinilai sangat tidak objektif dan terkesan mencari pembenaran sendiri.
Mari kita bedah kronologi arogansi dan kejanggalan dalam kompetisi ini:
Jawaban Sama Tapi Beda Nasib.
Baca Juga: Kini Juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni Disebut Jadi Mrs Artikulasi oleh Warganet
Kejadian bermula saat peserta dari Regu C menjawab pertanyaan tentang pemilihan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan. Susunan kalimat yang diucapkan Regu C hampir persis dengan jawaban Regu B sebelumnya.
Anehnya, Regu B mendapat poin penuh sepuluh, sementara Regu C justru diberi hukuman nilai minus lima!
Telinga Juri Bermasalah?
Saat peserta Regu C mengajukan protes dengan sangat sopan, salah satu juri beralasan bahwa Regu C tidak menyebutkan frasa Dewan Perwakilan Daerah. Padahal jika audionya didengarkan ulang secara saksama, peserta dari Regu C dengan sangat jelas dan lantang mengucapkan kalimat tersebut.
Berlindung di Balik Kata Artikulasi.
Nah ini bagian yang paling bikin publik geram. Alih alih mengakui kesalahan pendengaran dan meminta maaf, dewan juri malah mencari jalan pintas untuk membela diri.
Mereka menyalahkan artikulasi peserta yang dianggap kurang jelas, sehingga juri merasa memiliki hak mutlak untuk memotong nilai.
Sikap Arogan dan Enggan Evaluasi.
Panitia dan juri terkesan menutup telinga dari protes peserta. Pembawa acara dengan sangat percaya diri mengklaim bahwa juri yang hadir sudah sangat berkompeten dan teliti.
Mereka bahkan menyebut protes lugu dari peserta itu mungkin hanya sebatas perasaan adik adik saja. Sungguh sebuah sikap yang sangat meremehkan mental peserta lomba!
Sebuah kompetisi tingkat nasional yang seharusnya menjadi ajang unjuk kecerdasan dan sportivitas, malah diwarnai dengan gengsi orang dewasa yang tidak mau mengakui kelalaiannya. Sangat memilukan!
Editor : M. Ainul Budi