RADAR JEMBER - Nama Indri Wahyuni menjadi salah satu orang yang diperbincangkan warganet usai viralnya ketidakcermatannya dia menjadi juri dalam sebuah lomba cerdas cermat MPR RI.
Bahkan warganet kini menjulukinya sebagai Mrs Artikulasi.
Seperti postingan yang diunggah akun instagram melawidaily, banyak netijen yang memberikan sematan terbaru kepada Indri sebagai Mrs Artikulasi.
Linimasa belakangan ini lagi panas banget ngebahas polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Di tengah riuhnya protes, muncul julukan baru dari netizen: “Mrs. Artikulasi”.
Sosok di balik julukan ini adalah Ibu Indri Wahyuni, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI yang terekam dalam video viral tersebut.
Sebenarnya ada apa, sih?
Kehebohan bermula saat Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab soal rebutan dengan tepat.
Bukannya mendapat poin, mereka justru diganjar nilai -5 karena salah satu juri mengklaim tidak mendengar kata “Dewan Perwakilan Daerah” (DPD). Yang bikin makin emosi, saat regu lain menjawab hal yang sama, juri justru memberikan poin penuh 10.
Ketika peserta memprotes ketidakadilan tersebut secara sopan, Ibu Indri turun tangan membela keputusan pemotongan nilai tersebut dengan statement yang kini jadi bumerang: “Artikulasi itu penting.
Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas. Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai.”
Sontak saja, netizen langsung ngamuk berjamaah! Publik merasa kecerdasan, substansi, dan kerja keras siswa-siswi seolah “diadili” dan dianulir oleh masalah teknis yang terkesan dicari-cari.
Banyak tokoh dan warganet yang menyindir tajam bahwa ini adalah kompetisi adu wawasan dasar negara, bukan audisi Indonesian Idol atau seleksi penyiar radio.
Kini, publik terus mendesak adanya evaluasi sistem penjurian agar mental dan semangat anak-anak daerah tidak dihancurkan oleh arogansi dan gengsi di meja juri.
Editor : M. Ainul Budi