Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Siapa Sebenarnya Sosok Bobby Rasyidin yang Kini Dituntut Mundur dari Jabatannya Buntut Tragedi Kereta Api di Bekasi?

Imron Hidayatullahh • Kamis, 7 Mei 2026 | 16:28 WIB
Dirut KAI Bobby Rasyidin. (instagram/keretaapikita)
Dirut KAI Bobby Rasyidin. (instagram/keretaapikita)

Radar Jember - Nama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, tengah menjadi pusat perhatian publik menyusul insiden tragis tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur.

Tragedi memilukan yang merenggut 16 nyawa penumpang tersebut menyisakan potret emosional sang Dirut yang viral di jagat maya.

Dalam sebuah foto yang beredar luas, Bobby tampak terduduk lesu di peron stasiun dengan kemeja putih yang sudah tidak rapi, lengan tergulung, dan tatapan mata kosong menghadap gerbong yang ringsek.

Baca Juga: Abadikan Simpati Masyarakat, PT KAI Bakal Bangun Tugu Peringatan Korban Tragedi Bekasi Timur

Momen ini memicu perdebatan publik, di mana anggota DPR RI Firnando Ganinduto mendesak pencopotan jabatannya.

Sementara banyak warganet justru memberikan dukungan moral agar ia tetap bertahan memimpin perusahaan transportasi tersebut.

Bobby Rasyidin merupakan putra asli Minangkabau yang lahir di Kota Padang pada 31 Oktober 1974 dari pasangan Asnil Sahim dan Elly Asnil.

Sang ayah, almarhum Asnil Sahim, bukanlah sosok sembarangan karena ia merupakan Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sekaligus pionir di bidang Kardiologi dan Vaskular RSUP M Djamil Padang.

Latar belakang keluarga yang kental dengan dunia pendidikan dan pengabdian tampaknya membentuk karakter kepemimpinan Bobby yang kini diuji oleh krisis besar di sektor perkeretaapian nasional.

Baca Juga: VIRAL! Momen Haru Saat Dirut PT KAI Bobby Rasyidin Beri Jaminan Masa Depan Korban Kecelakaan: Sekolah Kamu, Aku yang Bayarin

Pendidikan formal Bobby dimulai dari sekolah unggulan di tanah kelahirannya, yakni SMPN 1 Padang dan SMAN 1 Padang, sebelum akhirnya ia merantau untuk menempuh studi sarjana Teknik Telekomunikasi di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tak berhenti di sana, ia kemudian memperdalam wawasan manajerialnya dengan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari UNSW Sydney, Australia.

Kombinasi keahlian teknis dari ITB dan pemahaman bisnis dari Australia menjadi modal kuat bagi Bobby dalam meniti karier di berbagai perusahaan strategis milik negara.

Sebelum dipercaya menakhodai PT KAI, Bobby Rasyidin memiliki rekam jejak yang solid sebagai Direktur Utama PT Len Industri sejak tahun 2020 hingga awal 2025.

Usai menyelesaikan masa jabatannya dan sempat menjabat sebagai komisaris di perusahaan yang sama, ia akhirnya resmi diangkat menjadi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia pada 12 Agustus 2025.

Penunjukannya kala itu dilakukan untuk menggantikan Didiek Hartantyo yang telah menjabat sejak Mei 2020.

Baca Juga: Respons Santai Dirut KAI Bobby Rasyidin Soal Desakan Mundur Usai Tragedi Stasiun Bekasi Timur

Kini, dengan masa jabatan yang belum genap satu tahun, Bobby harus menghadapi tantangan berat dalam membuktikan komitmen keselamatan transportasi publik di tengah duka mendalam tragedi Bekasi Timur.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#bobby rasyidin #Dirut KAI #KA Argo Bromo Anggrek #kecelakaan kereta api #bekasi