RADAR JEMBER - Pelaksanaan ujian Computer Assisted Test (CAT) untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) 2026 di Kabupaten Bireuen kini tengah dihantam badai kritik.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen secara vokal menyuarakan ketidakpuasan mereka atas proses seleksi yang dinilai penuh teka-teki dan kurang transparan.
Baca Juga: Syarat Mutlak! Mau Jadi Manajer Koperasi Merah Putih di Lampung? Harus Siap Ditempatkan di Mana Saja
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen mengungkap adanya gangguan teknis serius dalam ujian berbasis komputer (CAT) yang merugikan peserta dan mencederai prinsip keadilan.
“Kondisi ini berpotensi merugikan peserta secara langsung dan mencederai prinsip keadilan dalam seleksi tersebut,” ujar Ketua Umum HMI Cabang Bireuen, T. Mirza Saputra, dalam rilisnya kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, gangguan tersebur tidak hanya terjadi di Aceh, tetapi juga dialami peserta di berbagai daerah di Indonesia.
Ini menunjukkan adanya persoalan serius yang harus segera dievaluasi secara menyeluruh.
“Saat dikonfirmasi, tidak ada solusi, peserta hanya diminta melanjutkan ujian. Ini menunjukkan lemahnya kesiapan di lapangan,” tegasnya.
Editor : M. Ainul Budi