RADAR JEMBER - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki nakhoda baru sejak pertengahan 2025 lalu. Bobby Rasyidin, sosok yang dikenal memiliki rekam jejak kuat di dunia teknologi dan manajemen, dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Direktur Utama KAI. Penunjukan ini membawa angin segar sekaligus harapan besar bagi masa depan transportasi rel di tanah air.
Latar belakang pendidikan Bobby yang merupakan lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1996, menjadikannya salah satu representasi "Ganesha" yang sukses menembus jajaran elit kepemimpinan BUMN.
Sebelum berlabuh di KAI, ia telah malang melintang memimpin berbagai perusahaan strategis, termasuk di PT Len Industri (Persero).
Sebagai alumni S1 Teknik Telekomunikasi ITB (lulus 1996), Bobby memulai pondasi intelektualnya dari kampus Ganesha.
Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk memperluas wawasan dan kompetensinya. Ia meraih Master of Psychology Management di Naperville (1999), lalu menamatkan MBA di The University of New South Wales, Sydney pada tahun 2000.
Baca Juga: Respons Santai Dirut KAI Bobby Rasyidin Soal Desakan Mundur Usai Tragedi Stasiun Bekasi Timur
Perpaduan antara ketelitian teknis, pemahaman manajerial, serta perspektif global menjadikannya sosok yang komplet: seorang insinyur yang juga piawai dalam strategi bisnis dan kepemimpinan.
Karier Bobby Rasyidin mencerminkan konsistensi, keberanian, dan pencapaian yang menginspirasi.
Di usia 38 tahun, ia sudah mencatatkan prestasi besar sebagai Direktur Utama PT Alcatel Lucent Indonesia (2012–2015).
Posisinya ini istimewa karena ia menjadi profesional muda asal Indonesia pertama yang dipercaya menduduki kursi puncak di salah satu vendor jaringan dan solusi telekomunikasi terbesar dunia asal Prancis.
Editor : M. Ainul Budi