RADAR JEMBER - Sosok Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menjadi sorotan publik.
Hal ini terjadi setelah insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026.
Sebagai pimpinan KAI, Bobby menunjukkan tanggung jawabnya dengan turun langsung ke lokasi.
Baca Juga: Masih Viral! Foto Duduk Termenung Bobby Rasyidin Jadi Momen Prihatin Warganet
Ia juga terlihat mendampingi Presiden Prabowo Subianto saat menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi.
Dalam momen tersebut, ekspresi sedih terlihat jelas di wajahnya.
Sebelumnya, sebuah foto Bobby yang duduk termenung di depan rangkaian KRL yang rusak parah sempat viral di media sosial.
Momen itu memicu simpati publik sekaligus menambah sorotan terhadap kepemimpinannya.
Perjalanan hidup seseorang memang tidak ada yang tahu. Bagi Bobby Rasyidin, pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, 31 Oktober 1974 ini, dedikasi dan kerja keras adalah kunci yang membawanya dari tanah kelahirannya hingga kini duduk di kursi pimpinan perusahaan transportasi strategis nasional, PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT KAI sejak 12 Agustus 2025, Bobby Rasyidin bukan sekadar sosok profesional biasa. Ia adalah representasi pemimpin yang meniti tangga karier dengan integritas dan kematangan manajerial yang teruji.
Bobby tumbuh besar di lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Ia adalah putra dari pasangan Asnil Sahim—seorang Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang juga perintis bidang Kardiologi di RSUP Dr. M. Djamil Padang—serta Elly Asnil.
Masa remajanya dihabiskan dengan menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Padang dan SMA Negeri 1 Padang.
Dasar pendidikan yang kuat di Padang inilah yang kemudian membawanya melalang buana menuntaskan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) serta meraih gelar MBA dari UNSW Sydney, Australia.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat atas kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).
Bobby menyampaikan permohonan maaf itu dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur pada Rabu (29/4/2025) pagi.
Baca Juga: Pecinta Kereta Kecewa Nama KA Argo Bromo Anggrek Diubah, Kini Tak Lagi Istimewa
KAI menyatakan akan terus mendampingi para korban dan menjadikan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama.
“Pertama, tentunya kami tiada hentinya meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya ke seluruh masyarakat. Selanjutnya, kami sampaikan akan terus berkomitmen untuk melakukan peningkatan, perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan," tegasnya, Rabu (29/4/2026).
Editor : M. Ainul Budi