MEKKAH, Radar Jember - Jemaah haji Indonesia kini tak perlu lagi repot membawa oleh-oleh dalam jumlah besar saat kembali ke Tanah Air.
Pos Indonesia menghadirkan solusi praktis melalui layanan Kargo Haji PosIND yang memungkinkan pengiriman barang langsung dari Tanah Suci ke alamat tujuan di Indonesia.
Baca Juga: 140 Bus Shalawat Siaga 24 Jam, Jemaah Haji Tak Perlu Lama Menunggu di Ajyad, Begini Rutenya
Layanan ini menjadi alternatif bagi jemaah yang ingin tetap fokus menjalankan ibadah tanpa terbebani barang bawaan berlebih.
Dengan sistem pengiriman yang terintegrasi, oleh-oleh dapat dikirim lebih awal tanpa harus menunggu kepulangan.
Melalui informasi resmi yang dibagikan di akun media sosial Pos Indonesia, layanan ini dirancang untuk memudahkan proses logistik jemaah selama di Arab Saudi.
Baca Juga: Wakapolri Tegaskan Penindakan Haji Ilegal, Satgas Dibentuk untuk Berantas Penipuan
Prosesnya pun cukup sederhana dan mudah diakses.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih jenis layanan sesuai kebutuhan.
PosIND menyediakan beberapa pilihan ukuran box yang bisa disesuaikan dengan jumlah barang yang akan dikirim.
Tersedia tiga kategori ukuran, yaitu small dengan kapasitas 5 hingga 8 kilogram, medium 10 hingga 15 kilogram, serta large dengan kapasitas 25 hingga 35 kilogram.
Variasi ini memberikan fleksibilitas bagi jemaah.
Untuk tarif, layanan ini dibanderol mulai dari 23 riyal Saudi per kilogram.
Harga tersebut dinilai cukup kompetitif dibandingkan dengan membawa bagasi tambahan dalam penerbangan.
Pengiriman dilakukan melalui jalur udara dengan estimasi waktu tiba antara 7 hingga 14 hari.
Dengan begitu, barang dapat sampai di rumah bahkan sebelum jemaah tiba di Indonesia.
Keunggulan lain dari layanan ini adalah fasilitas pelacakan secara real time.
Pengirim dapat memantau posisi barang hingga sampai ke tujuan akhir dengan mudah.
Selain itu, kiriman akan diantarkan langsung ke alamat penerima di seluruh wilayah Indonesia.
Hal ini menjadikan layanan Kargo Haji PosIND sebagai solusi praktis dan efisien bagi jemaah.
Editor : Faqih Humaini