Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gus Ipul Luruskan Isu Sepatu Rp700 Ribu: Itu Batas Maksimal Anggaran, Harga Belinya Jauh Lebih Murah!

Imron Hidayatullahh • Selasa, 5 Mei 2026 | 16:28 WIB
Mensos Gus Ipul dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memasangkan sepatu Stardine kepada siswa Sekolah Rakyat. (Jawapos.com)
Mensos Gus Ipul dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memasangkan sepatu Stardine kepada siswa Sekolah Rakyat. (Jawapos.com)

Radar Jember  – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan penjelasan mendalam terkait sistem pengadaan sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat yang menjadi perbincangan hangat.

Gus Ipul menegaskan bahwa nilai Rp700.000 yang ramai dibahas bukanlah harga beli per pasang, melainkan batas maksimal atau pagu anggaran.

Dalam keterangannya di Gedung Kemensos, Selasa (5/5/2026), ia menjamin seluruh proses dilakukan melalui mekanisme survei dan tender yang transparan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta Kelompok Kerja (Pokja).

Baca Juga: Benarkah Harga Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu? Simak Penjelasan Transparan Gus Ipul Soal Pagu Anggaran!

Fakta Data Pengadaan 2025

Sebagai bentuk transparansi, Gus Ipul memaparkan rekam jejak pengadaan tahun sebelumnya sebagai bukti bahwa pemerintah tidak menghabiskan seluruh pagu anggaran secara membabi buta.

"Pagu ini ditetapkan setelah melalui survei dan mekanisme yang ada. Pemenang tender biasanya menawarkan harga yang lebih murah dari pagu tersebut namun tetap memenuhi standar spesifikasi," jelas Gus Ipul.

Klarifikasi Foto Viral Khofifah

Mengenai foto dirinya bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang viral, Gus Ipul memberikan klarifikasi tegas.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Kriteria Lolos Seleksi Kompetensi Manajer Koperasi Merah Putih 2026

Ia menyebut sepatu dalam foto tersebut tidak bisa dijadikan acuan harga pengadaan Kemensos.

Sepatu yang terekam dalam foto saat acara di Malang tersebut merupakan pemberian khusus (hadiah) dari Khofifah kepada siswa, bukan bagian dari paket pengadaan massal Kementerian Sosial.

"Beda jauh, itu bukan standar dari Sekolah Rakyat. Itu pemberian khusus dari Ibu Gubernur, bukan pengadaan dari Kemensos. Jadi, tidak tepat membandingkan harga pemberian tersebut dengan anggaran pengadaan nasional," tambahnya.

Komitmen Integritas: Belajar dari Masa Lalu

Menutup keterangannya, Gus Ipul kembali mengingatkan jajaran Kementerian Sosial untuk menjaga integritas dan menjauhi segala bentuk penyimpangan.

Ia menegaskan tidak akan segan menindak tegas jika ditemukan bukti penyelewengan.

Baca Juga: Skor CAT Sama? Cek 4 Kriteria Penentu Kelulusan Manajer Koperasi Merah Putih: IPK dan Usia Jadi Kunci!

"Jika ada bukti, kami menjadi pihak pertama yang akan melaporkan ke aparat penegak hukum. Mari kita belajar dari pengalaman masa lalu," pungkasnya.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Sekolah Rakyat #Mensos Gus Ipul #kemensos #Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa