Radar Jember – Momentum May Day atau Hari Buruh 1 Mei 2026 menjadi panggung bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menegaskan komitmennya membangun 1 juta rumah bagi kaum pekerja.
Namun, rencana besar ini mendapat catatan penting dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) agar program tersebut tidak melupakan akar masalah pertanahan.
Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika menekankan bahwa program 3 juta rumah pemerintah harus memiliki keterkaitan erat dengan agenda reforma agraria.
Baca Juga: Tips Belanja Cerdas di Madinah Agar Tidak Mudah Boncos
Menurutnya, sasaran hunian ini harus mencakup seluruh lapisan masyarakat berpenghasilan rendah secara adil.
Bukan Hanya Buruh, Petani dan Nelayan Juga Berhak
Dewi mengingatkan pemerintah bahwa kategori masyarakat berpenghasilan rendah tidak hanya terbatas pada buruh industri di perkotaan.
"Harusnya 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, apakah itu buruh, petani, atau nelayan, itu harus menjadi bagian dari kerangka reforma agraria, baik di pedesaan maupun perkotaan," jelas Dewi, dikutip dari laman Kompas, Minggu (3/5/2026).
Ia mengkritik jika program ini hanya menonjolkan aspek finansial seperti suku bunga rendah.
Menurutnya, esensi reforma agraria adalah pemenuhan hak dasar atas hunian layak yang memberikan akses mudah ke sumber kehidupan.
Subsidi Cicilan dan Target 1 Juta Rumah di Kawasan Industri
Saat ini, skema yang disiapkan pemerintah mencakup subsidi cicilan bagi debitur.
Sebagai gambaran, jika nominal asli cicilan rumah mencapai Rp1.550.000 per bulan, debitur hanya perlu membayar Rp950.000, karena pemerintah mensubsidi sekitar Rp600.000 per bulan selama 25 tahun.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto di hadapan massa aksi May Day di Monas menjanjikan pembangunan 1 juta rumah yang lokasinya diintegrasikan dengan pusat aktivitas ekonomi.
- Lokasi Strategis: Rumah akan dibangun dalam klaster-klaster yang dekat dengan kawasan industri guna memangkas biaya transportasi dan sewa.
- Fasilitas Penunjang: Prabowo menginstruksikan pembangunan fasilitas modern seperti daycare, rumah sakit, sekolah, hingga sarana olahraga di sekitar hunian.
- Transportasi Murah: Buruh direncanakan akan mendapatkan kartu khusus untuk mengakses transportasi umum dengan tarif yang sangat ringan.
Visi Ekonomi Prabowo di Kawasan Hunian
Prabowo ingin pembangunan perumahan ini menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Dengan adanya fasilitas seperti sekolah dan rumah sakit di dalam kompleks perumahan, roda perekonomian lokal diharapkan dapat berputar lebih cepat.
Baca Juga: Rekomendasi Toko Oleh-oleh Haji di Madinah, Bonus Bisa Tawar-menawar
"Saya perintahkan harus ada sekolah, fasilitas olahraga, daycare, rumah sakit, dan yang paling penting harus ada transportasi," tegas Prabowo.
Keberadaan daycare secara khusus disinggung agar memudahkan pasangan suami-istri yang keduanya harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Editor : Imron Hidayatullahh