KEPATIHAN, Radar Jember - Cuaca panas ekstrem di Tanah Suci menjadi perhatian serius bagi calon jamaah haji, termasuk jamaah dari Jember.
Suhu tinggi yang kerap melampaui ambang nyaman berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama serangan panas atau heatstroke jika tidak diantisipasi sejak dini.
Kasi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKPPJH) Daker Makkah, Mayor CKM dr. Ridwan Siswanto, menegaskan bahwa langkah paling mendasar adalah menjaga kecukupan cairan tubuh.
Jamaah diminta rutin minum air, mengatur pola makan, serta cukup beristirahat agar kondisi tetap stabil selama menjalankan ibadah.
“Jangan memaksakan diri beraktivitas di luar hotel ketika kondisi tubuh tidak fit. Itu sangat berisiko, apalagi di tengah suhu yang tinggi,” ujarnya dikutip laman Jawa Pos.
Selain menjaga kondisi tubuh, jamaah juga dianjurkan menyiapkan perlengkapan penunjang untuk melindungi diri dari paparan panas.
Payung, misalnya, menjadi salah satu alat sederhana namun efektif untuk mengurangi sengatan sinar matahari langsung tanpa melanggar ketentuan ihram bagi laki-laki.
Bagi jamaah perempuan, penggunaan topi lebar dapat menjadi alternatif pelindung wajah.
Sementara itu, tabir surya dan pelembap juga disarankan untuk menjaga kesehatan kulit, dengan catatan penggunaannya menyesuaikan aturan ihram, terutama jika mengandung parfum.
Perlindungan tidak hanya pada kulit, tetapi juga mata. Penggunaan kacamata hitam atau anti UV dinilai penting untuk mengurangi dampak paparan sinar matahari.
“Paparan langsung bisa berdampak pada kesehatan mata, jadi perlu diantisipasi,” imbuh dr. Ridwan.
Ia juga mengingatkan agar jamaah mengenakan pakaian yang menyerap keringat dan tidak berlapis-lapis.
Kondisi pakaian yang terlalu tebal justru menghambat sirkulasi udara dan meningkatkan risiko tubuh mengalami kepanasan berlebih.
Selain itu, perlengkapan sederhana seperti semprotan air dan kain basah jenis PVA atau chamois bisa membantu menurunkan suhu tubuh.
Kain tersebut dapat ditempelkan di bagian leher untuk memberikan efek sejuk saat cuaca terik.
Sementara itu, menjelang keberangkatan, jamaah asal Jember juga diimbau menjaga kebugaran.
Kepala Kemenhaj Jember, Nur Sholeh, meminta jamaah tidak melakukan aktivitas berlebihan.
“Kalau ada tasyakuran, jangan sampai mendekati hari berangkat dan membuat kelelahan. Fisik harus benar-benar dijaga,” katanya.
Ia menambahkan, persiapan perlengkapan sebaiknya dilakukan sejak jauh hari agar tidak terburu-buru.
Tahun ini, sebanyak 2.961 jamaah asal Jember dijadwalkan berangkat secara bertahap mulai awal hingga pertengahan Mei. (dhi/bud)
Editor : M. Ainul Budi