RADAR JEMBER - Kabar mengejutkan datang dari garis depan pembangunan ekonomi desa.
Di tengah ambisi besar pemerintah memperkuat jaringan koperasi nasional, sebanyak 13 orang pengurus Koperasi Merah Putih (KMP) di wilayah kepulauan secara resmi menyatakan pengunduran diri dari jabatan mereka.
Keputusan mundur secara massal ini tentu menjadi sorotan tajam, mengingat peran mereka sangat krusial dalam menggerakkan roda ekonomi di daerah terpencil.
Tantangan geografis dan beratnya beban tanggung jawab di lapangan diduga menjadi faktor utama di balik keputusan pahit ini.
Sebanyak 13 orang pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mengundurkan diri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kepulauan Meranti, Eko Priyono membenarkan hal tersebut.
Eko menyebut, pengurus yang mengundurkan diri terdiri dari ketua pengawas, sekretaris, dan bendahara.
Ia menjelaskan, total ada 15 orang pengurus yang harus diganti.
"Totalnya ada 15 yang diganti. Dua orang lurah selaku ketua pengawas koperasi, itu diganti karena otomatis lurah yang baru jadi ketua pengawas. Sementara yang 13 orang itu mengundurkan diri," kata Eko saat Senin (27/4/2026) petang.
"Mereka yang mundur ini, ada yang sudah menyurati dinas, ada juga yang belum," kata Eko.
"Asumsi mereka, ada yang memberatkan. Mereka merasa terbeban, takut mengganti uang. Padahal tidak ada yang seperti itu. Saat pelatihan sudah dijelaskan. Tapi, sepertinya ada yang tidak paham," kata Eko.
Editor : M. Ainul Budi