Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bio Solar vs Dexlite: Alasan Mengapa Mobil Diesel Modern Bisa Sekarat Gara-Gara Salah Isi

Maulana RJ • Senin, 27 April 2026 | 21:09 WIB
Salah satu SPBU di Jember yang menyediakan BBM jenis bio solar dan dexlite. (Foto: Maulana/Radar Jember)
Salah satu SPBU di Jember yang menyediakan BBM jenis bio solar dan dexlite. (Foto: Maulana/Radar Jember)

Radar Jember - Perdebatan panjang di kalangan pemilik kendaraan bermesin diesel mengenai pilihan bahan bakar seolah tak pernah usai. Antara memburu efisiensi biaya lewat Bio Solar atau mengedepankan kesehatan mesin dengan Dexlite, pemilik kendaraan sering kali terjebak dalam dilema antara dompet dan performa.

Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi, memahami karakter bahan bakar menjadi krusial. 

Perbedaan paling mendasar terletak pada Cetane Number dan kandungan sulfur. Bio Solar, sebagai bahan bakar subsidi, dirancang untuk mesin diesel konvensional dengan Cetane Number minimal 48 dan kandungan sulfur yang cukup tinggi, mencapai 2.500 ppm. Angka sulfur yang tinggi ini adalah "musuh senyap" bagi mesin diesel modern berteknologi common-rail, karena berisiko menyumbat injektor dan meninggalkan kerak di ruang bakar.

Baca Juga: Gus Fawait Sebut Bukan Sulapan! Begini Respon Menohok Bupati Jember Soal Isu Pasokan BBM yang Sempat Fluktuatif

Di sisi lain, Dexlite hadir sebagai solusi bagi mesin diesel modern. Dengan Cetane Number minimal 51, pembakaran menjadi lebih sempurna, suara mesin lebih halus, dan tarikan lebih responsif. 

Kandungan sulfur yang jauh lebih rendah, yakni maksimal 1.200 ppm, membuat Dexlite lebih ramah terhadap sistem injeksi dan komponen internal mesin, sehingga memperpanjang usia pakai filter bahan bakar serta menjaga kebersihan ruang bakar.

Namun, kenyamanan mesin ini datang dengan konsekuensi harga. Per 27 April 2026, harga Dexlite terpantau sekitar Rp 23.600 - Rp 24.650 per liter (harga bervariasi sesuai wilayah). Angka ini bertahan stabil sejak penyesuaian terakhir. 

Sebagai perbandingan, Bio Solar tetap dipatok di harga Rp6.800 per liter. Meski tidak ada kenaikan harga untuk kedua jenis BBM ini per hari ini, selisih harga yang cukup lebar tetap menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih.

Baca Juga: Diplomasi Akses Selat Hormuz Alot! Iran Dikabarkan Sempat Baper Kapalnya Pernah Dilelang Indonesia Rp1,17 Triliun

Sebagai catatan, stabilitas harga BBM per April 2026 ini merujuk pada regulasi PT Pertamina yang terus memantau dinamika pasar energi. Sementara itu, harga tersebut dapat sedikit bervariasi mengikuti besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.

Bagi pemilik kendaraan diesel modern, investasi lebih pada Dexlite sering kali dianggap sebagai langkah preventif agar biaya perawatan mesin di masa depan tidak membengkak akibat kerusakan sistem injeksi. 

Sebaliknya, penggunaan Bio Solar tetap menjadi pilihan pragmatis untuk mobilitas jarak jauh atau kendaraan operasional yang mengandalkan mesin diesel teknologi lama. Pada akhirnya, pilihan kembali pada kebutuhan performa dan tanggung jawab pemilik dalam merawat jantung kendaraannya.

Editor : Maulana RJ
#dexlite #BBM #pertamina #subsidi bbm #Bio Solar