Radar Jember - Perdebatan panjang di kalangan pemilik kendaraan bermesin diesel mengenai pilihan bahan bakar seolah tak pernah usai. Antara memburu efisiensi biaya lewat Bio Solar atau mengedepankan kesehatan mesin dengan Dexlite, pemilik kendaraan sering kali terjebak dalam dilema antara dompet dan performa.
Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi, memahami karakter bahan bakar menjadi krusial.
Perbedaan paling mendasar terletak pada Cetane Number dan kandungan sulfur. Bio Solar, sebagai bahan bakar subsidi, dirancang untuk mesin diesel konvensional dengan Cetane Number minimal 48 dan kandungan sulfur yang cukup tinggi, mencapai 2.500 ppm. Angka sulfur yang tinggi ini adalah "musuh senyap" bagi mesin diesel modern berteknologi common-rail, karena berisiko menyumbat injektor dan meninggalkan kerak di ruang bakar.
Di sisi lain, Dexlite hadir sebagai solusi bagi mesin diesel modern. Dengan Cetane Number minimal 51, pembakaran menjadi lebih sempurna, suara mesin lebih halus, dan tarikan lebih responsif.
Kandungan sulfur yang jauh lebih rendah, yakni maksimal 1.200 ppm, membuat Dexlite lebih ramah terhadap sistem injeksi dan komponen internal mesin, sehingga memperpanjang usia pakai filter bahan bakar serta menjaga kebersihan ruang bakar.
Namun, kenyamanan mesin ini datang dengan konsekuensi harga. Per 27 April 2026, harga Dexlite terpantau sekitar Rp 23.600 - Rp 24.650 per liter (harga bervariasi sesuai wilayah). Angka ini bertahan stabil sejak penyesuaian terakhir.
Sebagai perbandingan, Bio Solar tetap dipatok di harga Rp6.800 per liter. Meski tidak ada kenaikan harga untuk kedua jenis BBM ini per hari ini, selisih harga yang cukup lebar tetap menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih.
Sebagai catatan, stabilitas harga BBM per April 2026 ini merujuk pada regulasi PT Pertamina yang terus memantau dinamika pasar energi. Sementara itu, harga tersebut dapat sedikit bervariasi mengikuti besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.
Bagi pemilik kendaraan diesel modern, investasi lebih pada Dexlite sering kali dianggap sebagai langkah preventif agar biaya perawatan mesin di masa depan tidak membengkak akibat kerusakan sistem injeksi.
Sebaliknya, penggunaan Bio Solar tetap menjadi pilihan pragmatis untuk mobilitas jarak jauh atau kendaraan operasional yang mengandalkan mesin diesel teknologi lama. Pada akhirnya, pilihan kembali pada kebutuhan performa dan tanggung jawab pemilik dalam merawat jantung kendaraannya.
Editor : Maulana RJ