RADAR JEMBER - Surabaya bersiap masuk fase baru mobilitas komuter: saat SRRL mulai dibangun, konektivitas Gubeng–Sidoarjo berpotensi mengubah pola perjalanan harian warga penyangga menjadi lebih cepat, terjadwal, dan terintegrasi.
Jika SRRL berfungsi sebagai tulang punggung regional dan SURP sebagai pengumpan intra-kota, Surabaya bisa membentuk sistem rel berlapis yang jauh lebih efektif untuk menekan beban jalan dibanding mengandalkan pelebaran ruas semata.
Baca Juga: TANCAP GAS! AHY Tegaskan Proyek Jalan Tol Jogja Solo Harus Selesai Sebelum Nataru Mendatang
Tercatat rute pertama yakni koridor 1A meliputi Stasiun Gubeng - Sidoarjo kurang lebih sepanjang 27 km.
Dan koridor 1B menghubungkan Stasiun Gubeng ke Stasiun Pasar Turi Surabaya.
Untuk pendanaannya dibutuhkan sekitar Rp 4,1 Triliun.
Timelime Pengerjaan =
Tender proyek kereta ini akan dimulai pada tahun 2027. Dan kontruksi proyeknya akan dimulai 2028.
Komponen Terkait =
Jalur double track dan eletrifikasi sekaligus perbaikan den peningkatan fasilitas. Meliputi beberapa stasiun. Diantaranya Surabaya Gubeng, Wonokromo, Waru, Gedangan dan Sidoarjo.
Editor : M. Ainul Budi