Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pengawasan Konsumsi Haji Diperketat Lewat Sistem Digital Terintegrasi

M Adhi Surya • Jumat, 24 April 2026 | 18:03 WIB
ilustrasi konsumsi jamaah haji
ilustrasi konsumsi jamaah haji

Radar Jember – Distribusi konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah pada musim haji 2026 diperkuat dengan sistem digital berbasis web.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan penyaluran makanan berlangsung lebih tertib, akurat, dan mudah diawasi oleh petugas di lapangan.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengintegrasikan layanan tersebut dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Agama melalui dukungan sistem faturoh digital.

Baca Juga: Kuota Haji Jember Bertambah! 25 Jamaah Cadangan Dipastikan Terbang Lebih Awal Mulai 1 Mei, Simak Jadwalnya!

Seluruh alur distribusi konsumsi kini tercatat dalam satu sistem yang dapat dipantau setiap saat.

Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi 2026, Indri Hapsari, menyebut pengawasan distribusi tidak lagi bergantung pada laporan manual.

Petugas dapat melihat pergerakan distribusi makanan secara langsung dari lokasi.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Haji Mulai Tiba di Madinah, Ini Detailnya dari Daerah Mana Saja

“Dengan dukungan Pusdatin, pengawasan distribusi konsumsi bisa dilakukan secara real-time. Ini membantu memastikan setiap jemaah mendapatkan haknya sesuai ketentuan,” ujarnya.

Perubahan juga terjadi pada mekanisme pengambilan konsumsi. Jatah makanan tidak diambil masing-masing jemaah, melainkan melalui perwakilan kelompok seperti ketua rombongan atau ketua regu di hotel tempat menginap.

Pengambilan dilakukan dengan sistem pemindaian (scan) yang langsung terhubung ke database.

Setiap transaksi tercatat otomatis sehingga memudahkan pelacakan dan pengendalian distribusi di lapangan.

“Pengambilan konsumsi dilakukan oleh ketua rombongan atau ketua regu dengan sistem scan. Jadi semua tercatat dan bisa dipantau,” imbuhnya.

Penerapan sistem ini dinilai mampu menekan potensi kesalahan distribusi sekaligus meningkatkan transparansi layanan.

Petugas dapat melakukan verifikasi secara langsung terhadap setiap penyaluran yang berlangsung.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat, Enam Rukun Haji Ini Penentu Sah atau Tidaknya Ibadah di Tanah Suci

Di luar sistem digital, kualitas makanan tetap menjadi fokus. Konsumsi disiapkan oleh dapur katering yang memenuhi standar dan dikirim sesuai jadwal ke hotel-hotel jemaah di Madinah.

Dukungan teknologi dan pengawasan terintegrasi diharapkan membuat layanan semakin efektif dan menunjang kenyamanan ibadah. (dhi)

Editor : M ADHI SURYA
#haji 2026 #konsumsi haji #Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Agama #faturoh digital #ppih arab saudi