Radar Jember – Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih tidak hanya diproyeksikan sebagai motor ekonomi, tetapi juga sebagai pilar kesehatan di wilayah perdesaan.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa setiap gerai Kopdes akan dilengkapi dengan fasilitas apotek dan klinik kesehatan guna menjamin akses medis bagi masyarakat desa.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan minimnya fasilitas kesehatan dan ketersediaan obat-obatan di pelosok, serta masih banyaknya warga desa yang belum terkaver oleh BPJS Kesehatan.
"Nanti harapannya kami Kementerian Koperasi bersama Kementerian Kesehatan bersama BPJS Kesehatan akan melakukan penandatanganan surat keputusan bersama," ujar Ferry di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Sinergi Strategis Bersama BPJS Kesehatan
Komitmen ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Sekretaris Kemenkop, Ahmad Zabadi, dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kolaborasi ini bertujuan untuk:
- Perluasan Jangkauan: Memastikan layanan kesehatan menyentuh 80 juta orang jika setiap koperasi desa menaungi rata-rata 1.000 anggota.
- Layanan Terintegrasi: Menjadikan koperasi sebagai pusat distribusi obat melalui apotek desa.
- Kolaborasi Lokal: Mengintegrasikan Kopdes Merah Putih dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai satu kesatuan unit usaha yang menyejahterakan warga.
Struktur 6 Gerai Utama Kopdes Merah Putih
Sebagai pusat ekonomi dan layanan sosial, setiap Kopdes akan mengoperasikan unit usaha berikut secara profesional:
- Gerai Pangan: Toko sembako untuk kebutuhan harian.
- Kesehatan: Apotek dan klinik desa.
- Keuangan: Unit simpan pinjam dan kantor koperasi.
- Rantai Dingin: Cold storage untuk hasil tani/laut.
- Logistik: Gerai logistik untuk pengiriman barang.
- Potensi Lokal: Satu gerai khusus sesuai keunggulan daerah.
Ahmad Zabadi menegaskan bahwa di masa depan, koperasi harus berevolusi.
Kehadiran apotek dan klinik di bawah naungan Kopdes Merah Putih menjadi bukti bahwa koperasi adalah solusi nyata untuk kesejahteraan lahir dan batin masyarakat desa.
Editor : Imron Hidayatullahh