Radar Jember – Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, memberikan peringatan keras agar rekrutmen besar-besaran 30.000 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tetap berjalan di jalur profesional.
Ia menegaskan bahwa posisi strategis ini sangat rentan disalahgunakan sebagai instrumen politik atau diisi oleh pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan.
Mufti menekankan bahwa transparansi seleksi melalui portal phtc.panselnas.go.id adalah kunci untuk memastikan program ini benar-benar menjadi motor pemberdayaan rakyat, bukan sarana bagi-bagi kursi bagi kader partai tertentu.
"Jangan sampai kebijakan ini menjadi alat politik, di mana posisi ini diisi oleh orang-orang yang dekat dengan pihak-pihak yang berkuasa, atau diisi oleh kader-kader dari partai tertentu," tegas Mufti dalam keterangannya, Kamis (23/4).
Nasib Penggerak Lokal Jadi Sorotan
Selain masalah netralitas, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menyoroti masyarakat desa yang sudah lebih dulu "berkeringat" dalam mengurus operasional dasar KDMP di lapangan.
Ia mendorong adanya kebijakan afirmatif agar mereka yang telah berkontribusi sejak awal tidak tersisih oleh sistem rekrutmen terpusat yang baru.
Menurut Mufti, banyak program desa gagal bukan karena konsepnya buruk, melainkan karena pengelolanya tidak memiliki keterikatan emosional dan sosial dengan masyarakat setempat.
Keadilan sebagai Fondasi Kepercayaan
Mufti mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar koperasi. Jika proses rekrutmen sejak awal sudah memunculkan rasa ketidakadilan, maka legitimasi program KDMP di mata publik akan tergerus.
"Koperasi tidak cukup dijalankan hanya dengan semangat program pemerintah, tapi juga membutuhkan kedisiplinan, akuntabilitas keuangan, dan kemampuan menjaga kepercayaan anggota," tambahnya.
Meski memberikan kritik tajam, Mufti tetap mengapresiasi langkah konkret pemerintah dalam menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru.
Ia berharap para manajer yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kemampuan mengelola koperasi modern yang mampu menjawab kebutuhan riil desa, seperti distribusi pupuk dan pemasaran hasil tani.
Editor : Imron Hidayatullahh