Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Siapkan 3 Juta Paket RTE, Kemenhaj Antisipasi Kendala Logistik Armuzna, Begini Progresnya Sekarang

Faqih Humaini • Selasa, 21 April 2026 | 18:12 WIB
MENDORONG:Petugas mendorong kursi roda seorang calon haji setibanya di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (21/4/2026). (ft:ANTARA)
MENDORONG:Petugas mendorong kursi roda seorang calon haji setibanya di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (21/4/2026). (ft:ANTARA)

 

JAKARTA, Radar Jember – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kesiapan distribusi makanan bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026.

Sebanyak 3 juta paket makanan siap santap atau ready to eat (RTE) disiapkan untuk mendukung konsumsi jemaah saat puncak ibadah di Armuzna.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kendala logistik yang kerap terjadi di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Kepadatan aktivitas dan mobilitas jemaah menjadi tantangan utama dalam distribusi makanan segar.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengatakan bahwa RTE akan menjadi pelengkap layanan katering utama yang tetap mengandalkan makanan matang dari dapur.

“Ada hari-hari di mana menggunakan RTE, tapi mayoritas menggunakan masak dari dapur,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/4).

Menurutnya, penggunaan RTE difokuskan pada periode krusial, yakni mulai 7 hingga 13 Dzulhijjah.

pada fase tersebut, aktivitas jemaah terkonsentrasi di Armuzna dengan tingkat kepadatan yang sangat tinggi.

“Waktu itu traffic-nya sangat padat, sehingga untuk makanan fresh cukup sulit dikirim. Maka kami pakai RTE itu,” jelasnya.

Ia menyebut, total 3 juta paket tersebut akan didistribusikan untuk sekitar 200 ribu jemaah haji Indonesia.

Seluruh pasokan bahkan telah lebih dulu dikirim ke Arab Saudi guna memastikan kesiapan saat dibutuhkan.

“Pengiriman sudah terkirim dari awal, jadi tinggal distribusi di lapangan,” ungkapnya.

Selain aspek logistik, Kemenhaj juga memastikan kualitas dan keamanan makanan.

RTE dirancang agar tetap layak konsumsi, termasuk bagi jemaah lanjut usia yang menjadi mayoritas tahun ini.

“Kami pastikan aman untuk lansia, baik dari sisi rasa, tekstur, maupun kandungan gizinya,” tegasnya.

Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi biaya katering jemaah.

“Untuk katering dari dapur tetap aman, tidak ada perubahan harga,” pungkasnya. (faq)

Editor : Faqih Humaini
#Kemenhaj #Haji