Radar Jember – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan potensi besar penyerapan tenaga kerja dalam megaproyek Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Tak hanya merekrut 30.000 manajer, program ini diproyeksikan mampu menciptakan minimal 800.000 lapangan kerja baru di seluruh Indonesia secara bertahap.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet , Selasa (21/4), Teddy merincikan bahwa setiap unit koperasi nantinya akan dipimpin oleh satu manajer dengan dukungan minimal 10 pekerja yang berasal dari warga desa setempat.
“Bila satu koperasi terdiri dari satu manajer dan minimal terdapat 10 pekerja di setiap koperasi, maka minimal akan ada 800 ribu pekerja baru di 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang rencana akan dibangun secara bertahap,” tulis Teddy.
Pelatihan Intensif Dua Bulan
Bagi para pelamar yang lolos seleksi pendaftaran (15-24 April 2026), pemerintah telah menyiapkan program persiapan yang matang.
Sebelum resmi terjun ke lapangan, 30.000 calon manajer ini akan digembleng dalam pelatihan manajerial dan perkoperasian selama dua bulan.
“Selepas pendaftaran, para pelamar akan diseleksi untuk selanjutnya akan mengikuti pelatihan manajerial dan perkoperasian selama sekitar 2 bulan untuk berikutnya akan resmi menjadi manajer koperasi,” tambah Teddy.
Status Pegawai BUMN dan Progres Rekrutmen
Manajer yang terpilih akan menyandang status pegawai BUMN dengan skema perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.
Saat ini, minat masyarakat terpantau sangat tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai 383.830 orang.
Pemerintah menargetkan pembangunan 30.000 unit koperasi desa dapat rampung pada Juni-Juli 2026.
Para manajer muda lulusan D-3 hingga S-1 yang lolos seleksi nantinya tidak hanya menjadi pemimpin unit bisnis.
Namun, juga menjadi ujung tombak dalam memberdayakan tenaga kerja lokal guna menghidupkan ekonomi pedesaan secara nasional.
Editor : Imron Hidayatullahh