RADAR JEMBER - Langkah besar untuk mentransformasi ekonomi perdesaan kini memasuki babak krusial. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya secara resmi menerima kunjungan Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, di Gedung Sekretariat Kabinet untuk membahas agenda mendesak: rekrutmen manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang tengah menjadi sorotan nasional.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat tidak main-main dalam mengelola program strategis ini.
Dengan jumlah pelamar yang mencapai angka fantastis, koordinasi antara kementerian terkait dan Sekretariat Kabinet menjadi sangat vital guna memastikan proses seleksi berjalan tanpa celah.
Seskab Teddy menekankan pentingnya akuntabilitas dan objektivitas dalam memilih para pemimpin ekonomi di tingkat desa tersebut, agar dana dan aset negara dikelola oleh tangan-tangan yang tepat.
Sebagaimana diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Kamis, rekrutmen tersebut tengah berlangsung sejak 15 hingga 24 April 2026 untuk menjaring 30.000 calon manajer koperasi desa.
Baca Juga: Cari Sosok Berjiwa 'Businessman'! Simak Kriteria Manajer Kopdes Merah Putih yang Dicari Pemerintah
Program ini bertujuan memilih pengelola koperasi desa yang akan memimpin operasional unit koperasi sekaligus mengoordinasikan pekerja lain yang berasal dari warga desa sebagai anggota koperasi.
Setelah tahap pendaftaran, para pelamar akan melalui proses seleksi dan dilanjutkan dengan pelatihan manajerial serta perkoperasian selama kurang lebih dua bulan sebelum resmi ditempatkan sebagai manajer koperasi.
Para manajer terpilih nantinya akan bekerja di bawah koordinasi lintas kementerian dan lembaga, terutama Kementerian Koperasi dan BUMN.
Dengan skema satu koperasi diisi satu manajer dan minimal 10 pekerja, program ini diproyeksikan dapat menciptakan sedikitnya 800 ribu lapangan kerja baru di sekitar 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang akan dibangun secara bertahap.
Editor : M. Ainul Budi