Radar Jember – Pemerintah tak main-main dalam merevitalisasi ekonomi pedesaan melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih (KDMP).
Tak tanggung-tanggung, setiap unit koperasi bakal disuntik modal melalui skema pembiayaan perbankan hingga maksimal Rp3 miliar.
Namun, dana jumbo ini menuntut tanggung jawab besar; pemerintah mencari manajer yang memiliki karakter kewirausahaan kuat.
Wakil Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Tedi Bharata, menegaskan bahwa manajer yang dicari bukan sekadar administrator, melainkan sosok penggerak bisnis di desa.
"Jadi orang-orang yang punya karakter yang entrepreneurship, jadi businessman. Karena akan banyak ketemu dengan vendor, ketemu dengan BUMN, ketemu dengan para pelaku usaha di desa," ujar Tedi di Jakarta, Senin (20/4).
Fokus Pembangunan Fisik dan Kemandirian
Dana pinjaman Rp3 miliar tersebut, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2026, dikhususkan untuk pembangunan fisik seperti gerai dan gudang.
Menariknya, pemerintah menjamin dana investasi ini tidak akan terpakai untuk menggaji pengelolanya.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, memastikan gaji 30 ribu manajer akan menggunakan skema anggaran pemerintah yang terpisah.
"Enggak, di luar (pinjaman Rp3 miliar, Red). Nanti ada skemanya lagi," tegas Ferry.
Dengan bunga rendah sekitar 6 persen per tahun hasil sokongan likuiditas APBN, manajer Kopdes diharapkan mampu mengelola aset tersebut secara produktif.
Sebanyak 383.830 pendaftar kini tengah bersaing ketat untuk membuktikan kapasitas mereka sebagai nakhoda ekonomi desa yang mampu mengelola modal miliaran rupiah di bawah bendera BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara.
Editor : Imron Hidayatullahh