RADAR JEMBER - Langkah cepat dan taktis kembali ditunjukkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.
Dalam kunjungannya ke kantor Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Menteri PKP secara tegas mendorong adanya inovasi dan terobosan besar dalam skema pembiayaan Rumah Susun (Rusun) bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Rapat koordinasi yang berlangsung intens tersebut fokus pada upaya pemerintah untuk mempercepat penyediaan hunian vertikal di wilayah perkotaan yang selama ini terkendala mahalnya biaya lahan dan konstruksi.
Menteri PKP meyakini bahwa BP Tapera memiliki peran sentral dalam menciptakan solusi finansial yang lebih fleksibel dan ringan bagi calon penghuni.
Dalam arahannya, Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan bahwa skema pembiayaan yang ada saat ini harus dievaluasi dan ditingkatkan agar benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat kecil.
“Tapera sangat bagus. Ini hasil kerja keras Pak Heru dan seluruh tim. Dalam lima tahun terakhir, realisasi rumah susun masih sekitar 140 unit, sementara rumah tapak subsidi tahun lalu mencapai 278 ribu unit. Ke depan, kami mendorong adanya terobosan pembiayaan, baik untuk rumah susun maupun rumah tapak subsidi agar capaian program semakin meningkat, termasuk target yang lebih tinggi pada tahun depan,” ujar Menteri PKP.
Baca Juga: Hanya DP Rp 1,8 Juta? Karyawan MBG Bisa Ambil Rumah Cuma-cuma Ini
Pada kesempatan yang sama, pembahasan juga mencakup program BSPS atau bedah rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Fitrah Nur menyampaikan bahwa alokasi BSPS tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
“Tahun ini, target BSPS meningkat hingga delapan kali lipat menjadi 400.000 unit. Saat ini kami juga secara paralel tengah menyiapkan penyempurnaan regulasi serta melakukan verifikasi teknis di lapangan,” jelasnya.
Editor : M. Ainul Budi