Radar Jember - Program prioritas nasional yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan sekadar tentang pemenuhan nutrisi, tapi juga tentang pembukaan lapangan kerja massal bagi warga lokal.
Ribuan tenaga kerja baru kini mulai terserap ke dalam ekosistem dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di desa-desa, di seluruh Indonesia.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut setiap unit pelayanan membutuhkan puluhan tenaga kerja untuk memastikan operasional berjalan lancar sesuai standar gizi nasional.
Baca Juga: Kepala BGN Dadan Hindayana Pakai Helikopter saat Kunjungan Kerja ke Jember
Anggaran gaji para relawan ini telah dialokasikan secara khusus dari dana yang dikirim ke setiap SPPG.
"Ada alokasi 20 persen dana untuk membayar operasional termasuk gaji relawan yang berjumlah 47 orang per SPPG," kata, saat lawatannya ke Jember, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Cahaya Sholawat Nusantara, Desa Wringi Agung, Kecamatan Jombang, Jember, Kamis (16/4/2026).
Ia mengklaim MBG menjadi bukti nyata bahwa intervensi pemerintah pusat melalui BGN mampu menciptakan ekosistem sosial-ekonomi yang inklusif.
Selain anak-anak yang sehat, para ibu kini memiliki harapan baru untuk mandiri secara finansial. "Manfaat ini sangat luar biasa, baik bagi anak-anak penerima manfaat maupun bagi kesejahteraan ekonomi lokal," kata Dadan Hindayana.
Baca Juga: Nilai Investasi Program MBG di Jember Lampaui Nominal APBD Daerah, Setahun Sentuh Rp4,6 Triliun
Di lokasi yang sama saat itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyoroti bagaimana program ini memberikan kesempatan bagi kelompok rentan, seperti ibu rumah tangga dan janda.
Mereka yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap kini bisa berdaya dan berkontribusi langsung sebagai relawan maupun pengelola dapur.
"Tadi beliau melihat sendiri bahwa rata-rata adalah tidak bekerja awalnya; ibu rumah tangga, ada yang janda dan lain sebagainya, akhirnya bisa bekerja. Otomatis akan menurunkan angka pengangguran," kata Bupati Fawait, di sela-sela peresmian dapur MBG tersebut.
Dengan target 400 unit SPPG di Jember, diprediksi ada belasan ribu warga Jember yang mendapatkan pekerjaan baru berkat MBG ini.
Fenomena ini menjadi angin segar bagi upaya Pemkab Jember dalam menekan angka pengangguran terbuka di daerah.
"Ujungnya adalah menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat bawah," imbuh bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu.
Editor : Maulana RJ