Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Habib Aboe Bakar Minta Maaf ke Ulama Madura Terkait Tudingan 'Cuan' Narkoba!

Imron Hidayatullahh • Selasa, 14 April 2026 | 17:49 WIB
Menyoroti pernyataan Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi soal keterlibatan oknum ulama dan pesantren dalam bisnis narkoba di Madura. (DOK FRAKSI PKS WEBSITE)
Menyoroti pernyataan Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi soal keterlibatan oknum ulama dan pesantren dalam bisnis narkoba di Madura. (DOK FRAKSI PKS WEBSITE)

Radar Jember – Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Al Habsyi, hadir memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI pada Selasa (14/4).

Kehadirannya untuk memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf yang mendalam terkait pernyataannya yang sempat memicu polemik di tengah masyarakat Madura.

Dengan suara parau dan menahan tangis, politikus PKS ini mengakui bahwa penyampaian pendapatnya saat rapat kerja bersama BNN dan Polri, pekan lalu, merupakan sebuah kekeliruan akibat generalisasi bahasa yang tidak tepat.

Baca Juga: Danke Rajagukguk Resmi Dimutasi! Pergeseran Kajari Karo Jadi Sorotan di Tengah Rotasi Massal oleh Kejagung

“Saya harus mengatakan saya minta maaf. Minta maaf yang dalam karena menurut saya memang bahasa saya terlalu globalisir dan salah. Sekali lagi saya minta maaf,” ucap Habib Aboe di Gedung DPR, Jakarta.

Permohonan Maaf untuk Ulama di Empat Kabupaten

Habib Aboe secara khusus mengalamatkan permohonan maafnya kepada para ulama, kiai, dan tokoh masyarakat di empat wilayah Madura: Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan.

Ia menyadari betul bahwa pernyataannya mengenai dugaan keterlibatan oknum pesantren dalam pusaran narkoba telah melukai perasaan warga Madura.

Baca Juga: Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Bakal Hidup Lagi? Kementerian PU Bocorkan Jadwal Konstruksi dan Target Beroperasi!

Ia menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun untuk menghina atau menyudutkan institusi pesantren maupun sosok ulama yang selama ini ia hormati sebagai guru dan pilar moral bangsa.

"Itu guru-guru yang saya cintai semua. Tidak ada niat sedikit pun saya untuk menghina," tegasnya.

Klarifikasi atas ‘Pesan Kewaspadaan’

Habib Aboe menjelaskan bahwa latar belakang pernyataannya sebenarnya adalah bentuk keprihatinan mendalam atas ancaman narkoba yang kian masif.

Awalnya, ia berniat mendorong BNN dan Polri untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh lini, termasuk lembaga pendidikan, agar tidak tersusupi oleh jaringan barang haram tersebut.

Namun, ia mengakui bahwa diksi yang digunakan—terutama penyebutan adanya 'cuan' besar di kalangan oknum—menimbulkan multitafsir yang menyakitkan.

Baca Juga: KPK Panen di Jatim! Tiga Kepala Daerah Tumbang di Tangan KPK dalam Setahun, Begini Respons Gubernur Khofifah

Sebagai bentuk tanggung jawab nyata, ia berkomitmen untuk segera menemui para ulama di Madura secara langsung guna memberikan penjelasan dan menyambung kembali tali silaturahmi.

Pelajaran Berharga bagi Anggota Dewan

Menutup keterangannya, Habib Aboe menyatakan bahwa kejadian ini merupakan pelajaran berharga dalam menjaga etika dan marwah sebagai anggota parlemen di ruang publik.

Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan agar tidak lagi menimbulkan kegaduhan di masa mendatang.

Pernyataan Habib Aboe yang memicu polemik tersebut sebelumnya dilontarkan saat rapat dengar pendapat bersama Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, serta Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso, di DPR terkait RUU Narkotika dan Psikotropika, Selasa (7/4).

Baca Juga: Kejar Target Konektivitas, Pekerjaan Terus Dikebut Guna Selesaikan Tol Jambi Rengat dan Sigli Banda Aceh

Aboe meminta BNN dan Polri mendalami dugaan keterlibatan ulama dan pesantren di Madura dalam bisnis narkoba.

“Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa?,” ucapnya.

Ia mengatakan ada ‘cuan’ besar dari bisnis narkoba sehingga menarik oknum ulama dan pesantren.

“Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan dikit,” tutur Habib Aboe.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#habib aboe bakar #madura #narkoba #ulama