JAKARTA, Radar Jember – Nama Khairul Umam alias Haji Her mendadak menjadi perhatian publik setelah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Haji Her dikenal sebagai pengusaha di sektor industri rokok.
Ia disebut memiliki jaringan usaha yang berkaitan dengan produksi hingga distribusi rokok di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Diperiksa KPK, Haji Her Datangi Gedung Merah Putih Siang Hari, Begini Penjelasan Jubir KPK
Meski demikian, profil lengkapnya belum banyak terekspos ke publik.
Ia cenderung dikenal di kalangan pelaku usaha, namun tidak terlalu sering muncul di ruang publik atau pemberitaan nasional.
Kehadirannya di Gedung Merah Putih KPK menjadi momen yang menyita perhatian.
Baca Juga: Pemkab Bondowoso Terus Perhatikan Penggunaan Gas Melon, Tekankan Tepat Sasaran dan Kesadaran Warga
Ia datang tanpa pengawalan khusus dan hanya memberikan pernyataan singkat kepada wartawan.
Dalam keterangannya, Haji Her menegaskan bahwa dirinya bersikap kooperatif terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Ia mengaku tidak memiliki niat untuk menghindari pemeriksaan.
“Saya datang memenuhi undangan. Ini inisiatif sendiri,” katanya.
Statusnya hingga kini masih sebagai saksi.
KPK belum menyampaikan adanya penetapan tersangka terhadap dirinya dalam perkara tersebut.
Namun, keterlibatannya dalam pemeriksaan ini mengindikasikan adanya keterkaitan dengan sektor yang sedang diselidiki, yakni industri rokok dan distribusinya melalui jalur impor.
Beberapa Pengamat menilai, pemanggilan pengusaha dalam kasus seperti ini bukan hal baru.
Hal itu dilakukan untuk menelusuri kemungkinan adanya praktik penyimpangan dalam rantai distribusi atau kepatuhan terhadap regulasi cukai.
Seiring berjalannya penyidikan, publik menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai peran Haji Her, termasuk kemungkinan adanya aktor lain dari kalangan pengusaha yang turut diperiksa.
Editor : Faqih Humaini