Radar Jember – Pengadaan 25 ribu unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini berada di bawah sorotan.
Fokus utama kritik tertuju pada efisiensi penggunaan anggaran negara, terutama setelah spesifikasi teknis dan harga kendaraan bermerek Emmo yang dipilih terungkap ke permukaan.
BGN dikabarkan menggunakan dua model utama, yakni Emmo JVX GT yang bertipe trail dan Emmo JVH Max untuk penggunaan urban.
Berdasarkan data dari laman resmi produsen, kedua motor ini memiliki performa yang hampir identik. JVX GT dibekali baterai 72V 31Ah, sedangkan JVH Max menggunakan baterai 72V 30Ah.
Ironisnya, meski diposisikan untuk kebutuhan operasional, keduanya diklaim hanya memiliki jarak tempuh maksimal 70 kilometer. Keterbatasan jarak tempuh ini dianggap sebagai titik lemah yang krusial.
Pada penggunaan real-time, konsumsi baterai biasanya jauh lebih boros dibandingkan klaim pabrikan, apalagi jika harus melintasi medan yang beragam.
Pengguna kemungkinan besar harus melakukan pengisian daya secara berulang kali dalam sehari. Ini menjadi kendala mobilitas yang dikhawatirkan justru akan menghambat distribusi program MBG di lapangan.
Selain itu, kecepatan puncak yang hanya berkisar antara 80 hingga 90 kilometer per jam dinilai kurang sepadan dengan harga yang harus dibayarkan negara.
Jika menilik rasio harga terhadap performa (value for money), pilihan BGN terlihat sangat kontras dengan opsi lain di pasar Indonesia.
Sebagai perbandingan, Emmo JVX GT yang dibanderol sekitar Rp56 jutaan dan Emmo JVH Max seharga Rp48 jutaan memiliki performa yang jauh di bawah merek lokal lain.
Misalnya, Alva Cervo X yang dijual lebih murah di angka Rp44 jutaan mampu menempuh jarak hingga 125 kilometer dengan kecepatan puncak 103 kilometer per jam.
Bahkan, Polytron FOX 500 yang dibanderol jauh lebih rendah, yakni Rp38 jutaan, justru menawarkan spesifikasi yang jauh lebih gahar dengan daya jelajah mencapai 130 kilometer dan kecepatan maksimal hingga 130 kilometer per jam.
Di sisi lain, Kepala BGN Dadan Hindayana telah memberikan klarifikasi terkait jumlah unit yang sempat simpang siur di media sosial.
Ia membantah narasi yang menyebut pengadaan mencapai 70 ribu unit dan menegaskan bahwa realisasi pesanan resmi tahun 2025 berjumlah 21.801 unit dari total pesanan 25.000 unit.
Baca Juga: Viral Ribuan Motor Listrik Berlogo Badan Gizi Nasional di Mendsos, Begini Jawaban Kepala BGN!
Meski jumlah unit telah diklarifikasi, besaran anggaran yang digelontorkan tetap menjadi perhatian besar.
Berdasarkan data dari laman Inaproc, terdapat dua paket pengadaan kendaraan roda dua yang masing-masing memiliki nilai fantastis sebesar Rp1,22 triliun.
Editor : Imron Hidayatullahh