Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Viral Ribuan Motor Listrik Berlogo Badan Gizi Nasional di Mendsos, Begini Jawaban Kepala BGN!

Imron Hidayatullahh • Selasa, 7 April 2026 | 13:38 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana merespons viralnya video ribuan motor listrik berlogo BGN di Medsos. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Kepala BGN Dadan Hindayana merespons viralnya video ribuan motor listrik berlogo BGN di Medsos. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Radar Jember – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, akhirnya buka suara menanggapi video viral yang memperlihatkan ribuan motor listrik berlogo BGN di sebuah gudang.

Video tersebut sempat menghebohkan publik karena menarasikan adanya 70 ribu unit motor yang dialokasikan khusus untuk wilayah Jawa Barat.

Dadan menegaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025.

Baca Juga: Herlangga Wisnu Dilantik Jadi Plh Kajari Karo Gantikan Danke Rajagukguk yang Ditarik ke Kejagung

Kendaraan ini disiapkan secara khusus untuk mendukung mobilitas operasional para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.

Namun, Dadan meluruskan simpang siur informasi mengenai jumlah armada yang diberitakan dalam video tersebut.

Ia menyatakan bahwa angka 70 ribu unit yang beredar di media sosial adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.

"Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025," ungkap Dadan Hindayana dalam siaran pers resminya, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: Kenaikan Kotak Plastik Thinwall Paling Terasa di Jember, Ini Keluhan Sejumlah Pelaku UMKM

Hingga saat ini, puluhan ribu motor listrik tersebut dipastikan belum didistribusikan ke lapangan.

Dadan menjelaskan bahwa seluruh unit yang sudah tersedia harus melewati prosedur administrasi yang ketat agar tercatat sebagai aset negara yang sah sebelum bisa digunakan untuk operasional.

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan," jelas Dadan lebih lanjut.

Proses pengadaan armada ini sendiri dilakukan secara bertahap yang telah dimulai sejak Desember 2025.

Melalui klarifikasi ini, pemerintah berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan memahami bahwa langkah ini diambil demi kelancaran distribusi gizi nasional yang lebih efisien dan modern

Editor : Imron Hidayatullahh
#motor listrik #SPPG #Mbg #Dadan Hindayana #badan gizi nasional