Radar Jember – Rencana pemerintah untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) minimal satu hari dalam sepekan bagi instansi pemerintahan dan sekolah memunculkan pertanyaan terkait kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa distribusi makanan akan tetap mengikuti skema kehadiran fisik siswa.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa penyaluran MBG telah dirancang untuk dilakukan langsung di lokasi penerima manfaat, yakni sekolah.
Baca Juga: Duduk Perkara Kasus Korupsi Videografer Amsal Sitepu: Dugaan Mark-Up Proyek Video Terkuak
Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas serta efektivitas program yang menggunakan bahan pangan segar.
"Basis penyaluran MBG pada menu segar dan kehadiran penerima manfaat di lokasi terdaftar. Jadi untuk anak sekolah penyaluran di sekolah. Jika peserta didik hadir di sekolah, maka MBG akan disalurkan," ujar Dadan, Jumat (27/3).
Dadan menekankan bahwa kehadiran siswa menjadi variabel utama dalam penyaluran bantuan ini.
Karena menggunakan konsep ‘menu segar’ atau siap santap, fokus distribusi berada di lokasi yang telah ditentukan agar makanan tetap layak dikonsumsi.
"BGN fokus pada peningkatan kualitas dan efektivitas program," tambah Dadan.
Dengan demikian, apabila kebijakan WFH atau belajar dari rumah diberlakukan, maka pada hari tersebut penyaluran MBG kepada siswa tidak akan dilakukan.
Sejauh ini, pemerintah belum menetapkan mekanisme alternatif untuk distribusi makanan pada hari-hari ketika siswa tidak berada di sekolah.
Wacana penerapan WFH satu hari dalam sepekan ini muncul sebagai upaya pemerintah untuk melakukan efisiensi energi di tengah dinamika global, termasuk lonjakan harga minyak dunia.
Meski kebijakan ini telah diputuskan di tingkat pemerintah, pengumuman resmi masih menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto dan akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Di sisi lain, kebijakan ini tidak akan berlaku secara menyeluruh.
Pemerintah tetap akan memilah sektor-sektor strategis yang tetap membutuhkan kehadiran fisik, seperti layanan publik esensial dan kegiatan operasional tertentu yang tidak memungkinkan dilakukan secara daring.
Editor : Imron Hidayatullahh