Radar Jember – Kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan video mulai tersingkap seiring ditetapkannya videografer Amsal Sitepu sebagai tersangka.
Kasus yang menyeret namanya ini berkaitan dengan dugaan penggelembungan harga (mark-up) pada proyek produksi video di salah satu instansi pemerintah.
Penyelidikan mendalam mengungkapkan adanya selisih harga yang cukup signifikan antara biaya produksi riil dengan anggaran yang dilaporkan dalam dokumen pertanggungjawaban.
Amsal diduga berperan dalam memanipulasi nilai kontrak guna mendapatkan keuntungan pribadi yang merugikan keuangan negara.
Pihak kejaksaan menjelaskan bahwa modus operandi yang digunakan melibatkan penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) yang tidak sesuai dengan standar harga pasar.
"Status tersangka saudara AS ditetapkan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup terkait dugaan penggelembungan harga pada proyek tersebut," ujar pihak berwenang dalam keterangan resminya.
Penyidik kini tengah menelusuri aliran dana dan keterlibatan pihak lain dalam rantai proyek tersebut.
Baca Juga: Hari ke-18 Masa Angkutan Lebaran, Daop 4 Layani Lebih Dari 1 Juta Penumpang
Amsal Sitepu terancam jeratan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi atas tindakan yang diduga telah merugikan kas negara hingga ratusan juta rupiah.
"Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya guna memastikan tidak ada penyalahgunaan anggaran di sektor kreatif yang didanai pemerintah," tambah perwakilan kejaksaan.
Proses hukum kini terus berjalan, sementara Amsal Sitepu masih menjalani serangkaian pemeriksaan intensif untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke pengadilan.
Editor : Imron Hidayatullahh