Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cerita Alumni Unmuh Jember ini yang Selamatkan Seorang Ibu Melahirkan di Pesawat

M Adhi Surya • Kamis, 26 Maret 2026 | 14:58 WIB
PERTOLONGAN PERTAMA : Febrian (kemeja dengan motif hitam-coklat) saat foto bersama setelah proses persalinan darurat.
PERTOLONGAN PERTAMA : Febrian (kemeja dengan motif hitam-coklat) saat foto bersama setelah proses persalinan darurat.

 

Radar Jember- Perjalanan pulang yang semula diharapkan menjadi waktu beristirahat justru berubah menjadi momen menegangkan bagi Febrian Rahmatulloh. Alumni Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember itu harus menghadapi situasi tak terduga ketika seorang penumpang melahirkan di dalam pesawat yang sedang mengudara ribuan kaki di atas permukaan bumi.

Peristiwa tersebut terjadi saat penerbangan dari Jeddah menuju Jakarta, Kamis (12/3). Sekitar satu jam setelah lepas landas, awak kabin mengumumkan permintaan bantuan tenaga medis melalui pengeras suara.

Baca Juga: Gudang Bulog Jember Nyaris Penuh: Stok Beras 90 Ribu Ton Aman Terkendali hingga Akhir 2027

Tanpa berpikir panjang, Febrian langsung memperkenalkan diri sebagai perawat dan bersedia membantu. Ia kemudian diarahkan menuju area salat pesawat.

Di sana, seorang penumpang perempuan sudah dalam kondisi persalinan aktif. Situasi berlangsung cepat. Bahkan, saat Febrian tiba, kepala bayi telah terlihat sehingga proses kelahiran harus segera ditangani.

Dengan peralatan terbatas, Febrian meminta sarung tangan serta bantuan oksigen dari awak kabin. Ia berupaya memastikan kondisi ibu tetap stabil sambil memandu proses persalinan.

Beberapa menit kemudian, bayi berhasil lahir dengan selamat di dalam kabin pesawat. Suasana tegang berubah lega ketika tangisan pertama bayi terdengar.

Upaya penanganan tidak berhenti di situ. Untuk mencegah hipotermia, bayi segera dibungkus selimut yang disediakan awak pesawat. Tak lama berselang, dua dokter dan seorang perawat lain turut membantu. Bersama-sama mereka memotong tali pusar dan memastikan kondisi ibu serta bayi tetap stabil.

Baca Juga: KDKMP Jember Dikebut Jelang April 2026: Sartini Pastikan 4 Unit Gelombang Pertama Telah Rampung

Setelah berkoordinasi dengan kapten, pesawat akhirnya melakukan pendaratan darurat kembali di Bandara Jeddah. Tim medis bandara kemudian melanjutkan penanganan, termasuk membantu proses pengeluaran plasenta sebelum ibu dan bayi dibawa ke rumah sakit terdekat. Penerbangan dilanjutkan kembali pada pagi hari dan seluruh penumpang tiba dengan selamat di Jakarta

Febrian mengaku pengalaman tersebut menjadi momen paling menegangkan sepanjang kariernya sebagai tenaga kesehatan. Ia harus bekerja cepat di tengah keterbatasan alat medis. “Di fasilitas kesehatan alat lengkap dan steril, sedangkan di pesawat semuanya serba terbatas. Jadi harus berpikir cepat dan tetap menjaga prosedur sebaik mungkin,” ujarnya.

Lulusan S1 Keperawatan dan Profesi Ners tahun 2021 itu kini bekerja di Arab Saudi setelah sebelumnya berkarier di sejumlah fasilitas kesehatan di Jember. Baginya, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa profesi perawat menuntut kesiapsiagaan kapan pun dibutuhkan. “Di mana pun berada, tenaga kesehatan harus siap membantu. Ilmu yang kita miliki bisa menjadi penolong bagi orang lain,” tuturnya. (dhi)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #melahirkan #Unmuh #pesawat