Radar Jember – Di Indonesia, perayaan Idulfitri bukan sekadar ajang silaturahmi dan saling bermaafan. Lebih dari itu, momen kemenangan ini dirayakan dengan beragam tradisi unik yang berakar kuat pada kekayaan budaya lokal di setiap daerah.
Dari ujung barat hingga timur, Nusantara menyuguhkan cara-cara istimewa untuk menyambut hari raya. Berikut adalah 12 tradisi Lebaran unik dari berbagai penjuru daerah di Indonesia yang mencerminkan harmoni dan rasa syukur:
1 Meugang – Aceh
Masyarakat Aceh menyambut Idulfitri dengan tradisi memasak daging dalam jumlah besar sebagai hidangan spesial keluarga. Selain menjadi bentuk perayaan setelah sebulan berpuasa, Meugang juga menjadi ajang berbagi makanan dengan tetangga dan kaum dhuafa agar kebahagiaan terasa merata.
Baca Juga: KAI Daop 4 Catat Hari Ini Jumlah Penumpang Terbanyak Selama Arus Mudik Lebaran 2026
2 Grebeg Syawal – Yogyakarta
Tradisi khas Keraton Yogyakarta ini ditandai dengan arak-arakan tujuh "gunungan" yang berisi hasil bumi. Setelah didoakan, warga akan berebut gunungan tersebut sebagai simbol berkah dan rasa syukur atas kemakmuran yang diberikan Tuhan.
3 Perang Topat – Lombok, NTB
Simbol toleransi sangat kental dalam tradisi ini. Umat Hindu dan Islam di Lombok berkumpul untuk saling melempar ketupat dalam suasana yang penuh tawa dan kegembiraan, melambangkan kerukunan antarumat beragama yang sudah terjalin lama.
4 Pawai Pengon – Jember
Tepat pada hari ke-7 Syawal, desa-desa di Jember dimeriahkan oleh gerobak sapi yang dihias cantik dengan janur. Pawai ini membawa ketupat dan hasil bumi sebagai wujud syukur masyarakat agraris atas keberkahan hasil panen.
5 Ngejot – Bali
Indahnya kebersamaan di Bali terlihat saat umat Muslim membagikan hidangan khas Lebaran seperti opor dan ketupat kepada tetangga yang beragama Hindu. Sebaliknya, hal yang sama dilakukan umat Hindu saat hari raya mereka, menciptakan harmoni yang luar biasa.
6 Ronjok Sayak – Bengkulu
Tradisi unik ini melibatkan pembakaran tumpukan batok kelapa setinggi satu meter setelah salat Isya pada 1 Syawal. Tradisi turun-temurun ini diyakini sebagai medium doa dan cara berkomunikasi spiritual dengan para leluhur.
7 Binarundak – Sulawesi Utara
Masyarakat Motoboi Besar punya cara seru untuk merayakan Lebaran, yaitu memasak nasi jaha secara masal di dalam bambu selama tiga hari berturut-turut. Wangi bambu dan santan yang khas membuat tradisi ini selalu dinanti.
8 Festival Meriam Karbit – Kalimantan Barat
Suara dentuman meriam karbit yang menggelegar di tepian sungai menjadi ciri khas Lebaran di Pontianak. Selain simbol keberanian, festival ini merupakan bagian dari sejarah panjang berdirinya kota tersebut.
9 Ngadongkapkeun – Banten
Di Banten, tradisi sungkeman kepada sesepuh disebut Ngadongkapkeun. Ini adalah momen sakral untuk memohon restu dan penghormatan kepada orang tua agar hidup penuh dengan keberkahan.
10 Perang Ketupat – Kudus, Jawa Tengah
Berbeda dengan Lombok, tradisi di Kudus ini dilakukan seminggu setelah Lebaran. Aksi lempar ketupat antarwarga dimaknai sebagai cara membuang kesalahan masa lalu dan memulai lembaran baru dengan saling memaafkan.
11 Baraan – Sumatera Selatan
Tradisi berkeliling kampung secara berkelompok, terutama oleh para pemuda, sangat populer di Palembang. Sambil bersilaturahmi, mereka mencicipi hidangan khas dari rumah ke rumah, membuat suasana kampung menjadi sangat hidup.
12 Makan Bajamba – Minangkabau, Sumatera Barat
Tradisi makan bersama dalam satu wadah besar ini melambangkan kesetaraan dan kebersamaan. Tanpa memandang status sosial, semua duduk sama rendah untuk menikmati hidangan sebagai wujud rasa syukur kolektif.
Keanekaragaman tradisi ini membuktikan bahwa Idulfitri di Indonesia tidak hanya soal ritual agama, tetapi juga perayaan budaya yang mempererat ikatan sosial antarwarga.
Editor : Imron Hidayatullahh