Radar Jember – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi memberlakukan pola operasional khusus "Tiba Bongkar Berangkat" (TBB) di Dermaga III Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mulai Minggu (15/3/2026).
Langkah darurat ini diambil guna mempercepat penguraian kepadatan pemudik yang menumpuk di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menjelaskan bahwa melalui skema TBB, kapal feri yang bersandar di Dermaga III hanya akan melakukan proses bongkar muatan.
Kapal tersebut kemudian langsung kembali ke Gilimanuk tanpa mengangkut kendaraan dari arah Ketapang.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Larang Siswa SD-SMA Pakai AI Instan: Cegah 'Brain Rot' dan Penurunan Kognitif
"Pemberlakuan pola penuh TBB hari ini adalah bagian dari percepatan layanan untuk menarik arus kendaraan dari Bali menuju Jawa secara maksimal," ujar Windy dalam keterangan resminya.
Lonjakan Arus Jelang Penutupan Nyepi
Kepadatan ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat dan kendaraan logistik yang ingin menyeberang sebelum operasional pelabuhan ditutup total selama Hari Raya Nyepi pada 18–20 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ASDP telah melakukan langkah-langkah strategis:
-
Penambahan Armada: Total 35 kapal dikerahkan (naik dari normalnya 28 kapal) yang beroperasi nonstop selama 24 jam.
-
Optimalisasi Dermaga: Sebanyak 17 dermaga aktif (9 di Ketapang dan 8 di Gilimanuk) disiagakan untuk melayani arus penumpang.
-
Pemisahan Logistik: Dermaga LCM (Landing Craft Machine) difokuskan khusus untuk kendaraan logistik guna memisahkan arus barang dengan kendaraan penumpang agar tetap lancar.
Baca Juga: 6 Hari Masa Angkutan Lebaran, Penumpang KA Di Daop 4 Didominasi Penumpang Yang Turun
ASDP terus berkoordinasi intensif dengan KSOP, Kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah untuk memastikan pengaturan di lapangan tetap terkendali.
Windy juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jasa akibat antrean panjang tersebut.
Editor : Imron Hidayatullahh