Dua Mahasiswa Jember dan Malang Lolos dari Pusaran Konflik Iran vs Amerika, Khofifah: Kami Fasilitasi sampai Rumah

Maulana RJ • Dipublikasikan Sabtu, 14 Maret 2026 | 23:17 WIB

Khofifah menyambut Mahasiswa Jatim yang berhasil dievakuasi dari konflik bersenjata Timur Tengah dan tiba di Kantor PP Muslimat NU, Jakarta, Sabtu (14/3/2026). (Dok. Pemprov Jatim)
Khofifah menyambut Mahasiswa Jatim yang berhasil dievakuasi dari konflik bersenjata Timur Tengah dan tiba di Kantor PP Muslimat NU, Jakarta, Sabtu (14/3/2026). (Dok. Pemprov Jatim)

Radar Jember - Ketegangan geopolitik yang memuncak di Timur Tengah memaksa evakuasi darurat bagi warga negara Indonesia yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Iran. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi menyambut kepulangan dua mahasiswa asal Jember dan Malang yang berhasil lolos dari zona merah konflik di Iran dan Amerika Serikat - Israel.

Dua mahasiswa tersebut, Muhammad Baghir dan Dian, menempuh studi di institusi bergengsi namun berada di wilayah yang kini menjadi titik panas pertahanan Iran. 

Baca Juga: Jejak Presiden AS yang Menjadikan Negara Berdaulat Sebagai Mainan, dari George Bush Hingga Donald Trump

Baghir merupakan mahasiswa Teknik Komputer di Universitas Qom, sebuah kota suci yang juga menjadi pusat strategis di Iran. 

Sementara Dian menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Shiraz, wilayah yang secara historis sering menjadi target ketegangan karena kedekatan lokasinya dengan fasilitas-fasilitas penting negara tersebut.

Seiring meningkatnya konfrontasi bersenjata antara Iran melawan kekuatan Amerika Serikat dan Israel, keberadaan mereka di universitas-universitas tersebut menjadi sangat berisiko, sehingga proses evakuasi oleh KBRI Teheran menjadi langkah krusial yang tidak bisa ditunda.

Baca Juga: Dampak Perang Iran Vs Israel-AS Picu Gejolak Pasar Global, Gus Fawait: MBG dan KMP Bisa Jadi Proteksi

Gubernur Khofifah menerima langsung keduanya di Kantor PP Muslimat NU pada Sabtu (14/3). 

Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memastikan setiap warga Jawa Timur kembali ke pelukan keluarga dalam kondisi sehat.

“Alhamdulillah kami menerima kunjungan dua mahasiswa dari Jember dan Malang yang studi di Iran dan hari ini baru tiba di Indonesia,” kata Khofifah, dalam keterangan resminya, Sabtu (14/3/2026) malam. 

Proses kepulangan ini merupakan hasil kerja keras lintas instansi. 

Baca Juga: Mengapa Iran Cukup Digdaya Meski Puluhan Tahun Diembargo AS dan Sekutunya hingga Merajai Minyak Dunia?

Khofifah juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang telah menavigasi proses evakuasi secara bertahap di tengah situasi Timur Tengah yang semakin tidak menentu.

“Terima kasih kepada Kemenlu yang sudah berhasil melakukan proses evakuasi warga Indonesia di Iran secara bertahap di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah,” katanya. 

Setelah tiba di Jakarta, Pemprov Jatim melalui Badan Penghubung Daerah akan mengawal perjalanan mereka hingga sampai ke depan pintu rumah masing-masing di Jember dan Malang.

“Kami telah berkoordinasi dengan Badan Penghubung Jawa Timur supaya bisa difasilitasi balik ke rumahnya masing-masing. Ini tahap ketiga dan malam ini akan ada yang datang lagi. Semoga mereka bisa kembali dengan selamat dan selamat bertemu dengan keluarga di rumah,” tambah Khofifah.

Baca Juga: Hanya Rp500 Per Liter! Perbandingan Gila Harga BBM Indonesia vs Iran 2026: Subsidi Besar vs Ketergantungan Impor

Perjalanan evakuasi ini diakui Dian sangat panjang dan menegangkan, melibatkan koordinasi antara KBRI Teheran, KBRI Azerbaijan, hingga bantuan dari Konjen Turki sebelum akhirnya diterbangkan ke Indonesia oleh Kemenlu.

“Alhamdulillah bisa bertemu Ibu Gubernur, difasilitasi juga pemulangannya balik ke Malang. Beliau sangat peduli dengan mahasiswa Jawa Timur yang studi di Iran, beliau memastikan supaya kami bisa pulang ke Malang dengan selamat,” ungkap Dian penuh syukur.

Senada dengan Dian, Muhammad Baghir juga merasa lega bisa menginjakkan kaki di tanah air setelah melewati ketegangan di Iran.

Baca Juga: Gus Fawait Siapkan Skema Sekolah Daring dan WFH Jika Antrean BBM di Jember Tak Segera Landai!

“Terima kasih kepada Kemenlu, Pemprov Jawa Timur Ibu Khofifah yang sudah memfasilitasi kami kembali ke daerah asal masing-masing dengan selamat dibantu Badan Penghubung Jawa Timur,” tutup Baghir. (mau)

Editor : Imron Hidayatullahh
pemprov kemenlu Jember indonesia Badan penghubung mahasiswa malang universitas mahasiswa jember timur tengah Universitas Shiz perang Iran AS Israel konflik timur tengah shiraz malang muslimat nu kbri khofifah