Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

BGN Hentikan Operasional 18 Dapur MBG di Probolinggo, Ternyata Terkait Hal Ini!

Imron Hidayatullahh • Kamis, 12 Maret 2026 | 15:46 WIB

Kutipan surat BGN terkait pemberhentian ratusan Dapur MBG di Jawa Timur.
Kutipan surat BGN terkait pemberhentian ratusan Dapur MBG di Jawa Timur.

Radar Jember – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo.

Sebanyak 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa dihentikan sementara karena belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan.

Keputusan ini tertuang dalam Surat Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Nomor: 841/D.TWS/03/2026 yang dirilis pada 10 Maret 2026.

Meskipun sebagian besar SPPG telah memiliki fasilitas fisik seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan mess petugas, ketiadaan dokumen SLHS dinilai sebagai pelanggaran teknis yang serius.

Sesuai aturan, sertifikat tersebut merupakan syarat mutlak untuk memastikan keamanan pangan bagi para penerima manfaat, terutama anak-anak.

Ketegasan Pemerintah Daerah

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berkompromi soal standar kesehatan.

Ia menyatakan bahwa wewenang penutupan kini juga berada di tangan camat hingga lurah jika ditemukan pelanggaran prosedur.

Aminuddin mencontohkan kasus serupa di Kabupaten Lumajang, di mana sebuah dapur MBG ditutup paksa akibat pengelolaan sampah yang buruk hingga mengundang lalat.

Ia tak ingin risiko kesehatan seperti keracunan makanan menghantui anak-anak di Probolinggo.

Meski bertindak tegas, pemerintah masih memberikan ruang bagi pengelola untuk berbenah.

“Harus ada izin dan kelengkapan dari Dinas Kesehatan, yang disebut sertifikat layak higiene sanitasi. Itu wajib,” pungkasnya.

Daftar 18 SPPG yang Dihentikan Sementara:

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut daftar unit pelayanan yang terdampak kebijakan ini:

  1. SPPG Kota Probolinggo Kedupok Kareng Lor. KaSPPG: Achmad Fathullah.
  2. SPPG Kota Probolinggo Kademangan Triwung Kidul. KaSPPG: Edwin Ernasyah.
  3. SPPG Probolinggo Lumbang. KaSPPG: Valentinus Krishna Adi Prabowo.
  4. SPPG Probolinggo Pakuniran Bucor Kulon. KaSPPG: Moh. Arif Syahroni.
  5. SPPG Probolinggo Pakuniran Bucor Kulon 002. KaSPPG: Arie Dwi Santoso.
  6. SPPG Probolinggo Sumberasih. KaSPPG: Wildan Faiz Azhardi.
  7. SPPG Probolinggo Sumberasih Lemah Kembar Yayasan Nurus Salafiyah. KaSPPG: Trima Haji Wijaya.
  8. SPPG Yayasan Andira Jaya Bersama (Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo). KaSPPG: Febrian Hidayat.
  9. SPPG Probolinggo Sumberasih Banjarsari. KaSPPG: Yeni Harijani
  10. SPPG Probolinggo Pakuniran Bucor Kulon. KaSPPG: Moh. Arif Syahroni
  11. SPPG Probolinggo Pakuniran Bucor Kulon 2. KaSPPG: Arie Dwi Santoso
  12. SPPG Probolinggo Sumberasih. KaSPPG: Wildan Faiz Azhardi
  13. SPPG Probolinggo Sumberasih Lemah Kembar Yayasan Nurus Salafiyah. KaSPPG: Trima Haji Wijaya
  14. SPPG Probolinggo Lumbang. KaSPPG: Valentinus Krishna Adi Prabowo
  15. SPPG Probolinggo Sumberasih Banjarsari. KaSPPG: Yeni Harijani
  16. SPPG Yayasan Andira Jaya Bersama (Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo). KaSPPG: Febrian Hidayat.
  17. SPPG Kota Probolinggo Kedupok Kareng Lor. KaSPPG: Achmad Fathullah.
  18. SPPG Kota Probolinggo Kademangan Triwung Kidul. KaSPPG: Edwin Ernasyah.

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#dapur MBG #SPPG #Mbg #badan gizi nasional #Makan Bergizi Gratis #BGN #Kota Probolinggo #dapur MBG dihentikan #kabupaten Probolinggo